Keindahan Bukit Sabana di Jalur Pendakian Gunung Slamet Via Sawangan Tegal, Serasa Melihat Lukisan Hidup

Kamis, 6 November 2025 | 22.44

TEGAL, puskapik.com - Guratan Sang Pencipta tercermin di wisata alam Bukit Sabana di Jalur Pendakian Gunung Slamet Via Sawangan, Desa Sigedong, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal. Pemandangan alam ya...

TEGAL, puskapik.com - Guratan Sang Pencipta tercermin di wisata alam Bukit Sabana di Jalur Pendakian Gunung Slamet Via Sawangan, Desa Sigedong, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal. Pemandangan alam yang menakjubkan bisa dilihat dari puncak Bukit Sabana atau Bukit Rimpak di ketinggian sekitar 2.300 mdpl di lereng Gunung Slamet. "Keindahannya luar biasa, dan sudah banyak pengunjung yang terkesan dengan Bukit Sabana," kata Camat Bumijawa, Darmawan, usai berkunjung ke Bukit Sabana, Kamis 6 November 2025. Bukit Sabana, kata dia, berada di lereng Gunung Slamet atau di pos 1 pendakian Gunung Slamet Via Sawangan. Keindahan alam Bukit Sabana bisa menjadi spot menarik untuk swafoto atau mengabadikan moment penting lainnya. Namun, akses jalan diakui masih sangat sederhana. Jalan menuju Bukit Sabana hanya setapak dengan medan jalan tanah liat. Jika kondisi hujan, pengunjung harus ekstra hati-hati. "Jika tidak ingin jalan kaki, maka ada jasa ojek dari warga Sawangan. Tapi, kalau sudah sampai di Bukit Sabana, semua lelah bisa terbayarkan," ujar Darmawan. Camat Bumijawa itu juga menyampaikan apresiasinya terhadap warga Sawangan yang bergotong royong untuk mengembangkan wisata Bukit Sabana. Keramahan warga Sawangan terhadap wisatawan diakui menjadi modal dalam mengembangkan pariwisata. "Kami yakin kalau warga mendukung, maka wisata ini akan terus berkembang. Kami akan berupaya untuk mendorong perbaikan akses menuju Bukit Sabana," katanya. Dijelaskan, Bukit Rimpak merupakan lahan milik Perhutani yang statusnya hutan lindung. Bertahun-tahun, warga Sawangan menggarap lahan tersebut. Karena masuk dalam kawasan hutan lindung, maka Perhutani menghentikan aktivitas warga Sawangan untuk menanam sayur-sayuran. "Kami selalu memberikan pemahaman akan pentingnya hutan lindung. Jika ditanami sayuran, maka akan melanggar aturan," terang Darmawan. Menurut dia, pemerintah tidak tinggal diam, tapi terus berupaya agar petani yang sebelumnya menggarap lahan di hutan lindung tetap berpenghasilan. Oleh karena itu, dibukalah tempat wisata Bukit Sabana untuk memberikan kesempatan kerja kepada warga Sawangan. "Banyak kesempatan, bisa menjadi tukang ojek atau membuka warung di Bukit Sabana atau di sepanjang jalur menuju Bukit Sabana," ujarnya. Ditambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Perhutani dalam pemanfaatan lahan untuk tempat pariwisata. Perhutani memperbolehkan sepanjang tidak melakukan penebangan liar dan tetap menjaga lingkungan. "Kami juga tengah cek jalur Trabas untuk para pejabat di lingkungan Pemkab Tegal. Semoga bisa menjadi jalur permanen dan banyak yang memanfaatkan untuk kegiatan Trabas," pungkasnya. **

Artikel Terkait