Mahasiswa Bongkar Ketimpangan Pendidikan di Kota Tegal, DPRD Akui Belum Optimal

Selasa, 5 Mei 2026 | 18.32
Isu pendidikan dibahas DPRD Kota Tegal, bersama Aliansi Mahasiswa Tegal, dalam audiensi di Ruang Paripurna, Selasa 5 Mei 2026.
Isu pendidikan dibahas DPRD Kota Tegal, bersama Aliansi Mahasiswa Tegal, dalam audiensi di Ruang Paripurna, Selasa 5 Mei 2026.

Mahasiswa soroti ketimpangan pendidikan di Kota Tegal. DPRD akui belum optimal, dorong kolaborasi atasi distribusi guru dan akses sekolah.

TEGAL, puskapik.com - DPRD Kota Tegal menerima audiensi Aliansi Mahasiswa Tegal terkait peringatan Hari Pendidikan Nasional di Ruang Paripurna, Selasa 5 Mei 2026.

Audiensi yang juga dihadiri Dinas Pendidikan Wilayah XI Jawa Tengah serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal itu menyoroti berbagai persoalan pendidikan yang dinilai belum merata.

Perwakilan mahasiswa, Abdurrahman Wahid, mengungkapkan ketimpangan terlihat dari distribusi guru hingga dominasi sekolah swasta, khususnya pada jenjang SMK dan SLB.

Baca Juga: Pertama di Indonesia, Jateng Inisiasi Kurikulum Koperasi Mulai Jenjang SD hingga SMA

Berdasarkan data Dapodik per 3 September 2025, layanan pendidikan menengah di Jawa Tengah mencakup lebih dari 1,3 juta siswa di 2.578 satuan pendidikan dengan dukungan 72.236 tenaga pendidik.

Namun, menurut Abdurrahman, skala besar tersebut belum diimbangi pemerataan sumber daya.

Bahkan di sejumlah wilayah, jumlah siswa SMK swasta bisa dua kali lipat dibandingkan sekolah negeri.

Baca Juga: Pemkab Brebes Usut Tuntas, ASN Terbukti Absensi Fiktif Wajib Kembalikan TPP

"Kondisi ini menunjukkan pemenuhan hak pendidikan belum sepenuhnya dijamin negara," ujar Abdurrahman.

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Kota Tegal Kusnendro mengakui upaya pemerintah daerah belum maksimal.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait