Memprihatinkan, Sisa-sisa Kejayaan Program SD Inpres Era Orde Baru di SDN 3 Adiwerna
Selasa, 23 September 2025 | 23.21

TEGAL, puskapik.com - SD Inpres atau Sekolah Dasar Instruksi Presiden yang merupakan program unggulan di era Presiden Soeharto di masa orde baru, kini masih tersisa jejak kejayaan program tersebut. Ke...
TEGAL, puskapik.com - SD Inpres atau Sekolah Dasar Instruksi Presiden yang merupakan program unggulan di era Presiden Soeharto di masa orde baru, kini masih tersisa jejak kejayaan program tersebut. Kendati kondisinya sudah memprihatinkan, namun program itu masih berbekas di masyarakat.
Pembangunan SD Inpres dilakukan setelah dikeluarkannya Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 1973 tentang Pembangunan Sekolah Dasar pada Pelita II. Sisa-sisa kejayaan program SD Inpres tercermin di SDN 3 Adiwerna. SDN 3 Adiwerna yang berada di Jalan Petung Lontrong 1 Nomor 24 Adiwerna atau di pusat Kota Kecamatan Adiwerna itu, bangunan sudah cukup lama.
Atap bangunan asbes dan penyangga atap dan bangunan menggunakan kayu. Kendati bangunan sudah menggunakan bata merah, namun kondisinya rapuh. Banyak tembok yang mengelupas. Atap bangunan yang menggunakan asbes juga banyak yang bocor.
"Secara fisik tingkat kerusakan sedang sampai berat. Butuh rehabilitasi karena atap juga masih asbes," kata Plt Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dikbud Kabupaten Tegal, Dai Wibowo SPd MPd bersama sejumlah pejabat di Dikbud Kabupaten Tegal usai kunjungan ke SDN 3 Adiwerna, Selasa 23 September 2025.
Menurut Dai, kondisi kerusakan SDN 3 Adiwerna merata di setiap ruangan, baik ruangan kelas maupun ruang guru. Hal itu dikarenakan bangunan SDN 3 Adiwerna belum pernah diperbaiki sejak dibangun pada saat program SD Inpres diluncurkan. Kendati tidak secara jelas menyebutkan tahun pembuatannya, namun kondisi bangunan sudah sangat lama.
"Untuk kelas 2, bangunan masih utuh hanya plafon ruang kelas yang ambruk," terang Dai.
Dijelaskan, selain ruang kelas 2, ada dua bangunan yang mendesak untuk segera diperbaiki. Tiga bangunan ruang kelas dan ruang guru itu, akan kembali dipastikan kerusakannya setelah konsultan perencanaan melakukan penilaian terhadap bangunan tersebut.
"Kalau melihat dari tingkat kerusakan, minimal anggaran yang harus dipersiapkan sekitar Rp350 juta," beber Dai.
Hal itu dibenarkan Kepala SDN 3 Adiwerna, H Fudoli. Ia menjelaskan, bangunan SDN 3 Adiwerna diperkirakan peninggalan program SD Inpres. Sepengetuannya, bangunan itu belum pernah direhab. Rehab dilakukan untuk SDN 4 Adiwerna yang saat ini menjadi satu sekolah karena kekurangan siswa. Rehab gedung SDN 4 Adiwerna diperkirakan pada tahun 2011 lalu.
"Bangunan sudah sangat lama, dan belum pernah mendapatkan anggaran rehab karena sertifikat masih milik desa. Kini, sertifikat tanah SDN 3 Adiwerna sudah ada sebagai tanah hak pakai," jelas H Fudoli.
Pembangunan SD Inpres Instruksi dapat mendorong masyarakat untuk memberantas buta aksara. Tercatat pada tahun 1990, jumlah masyarakat buta aksara turun hingga 15,8 persen. Pada tahun 1974 ada sekitar 1.000 anak usia 2-6 tahun menerima lebih banyak pendidikan di setiap sekolah di wilayahnya masing-masing. **
Artikel Terkait

Polres Tegal Kota Tangkap Delapan Pengedar Narkoba, 2 di Antaranya di Bawah Umur

Seorang Pengamen di Kota Tegal Dalang 4 Kasus Curanmor

Stok Darah PMI Kabupaten Tegal 30 Januari 2026, Stok Golongan Darah B Melimpah
