Nelayan Tegalsari Tagih Kelanjutan Normalisasi Kali Bacin

Nelayan Tegal Barat minta kepastian lanjutan normalisasi Kali Bacin. Anggaran Rp1 miliar belum terealisasi, sedimentasi ganggu aktivitas melaut.
TEGAL, puskapik.com - Nelayan di wilayah Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal mempertanyakan kelanjutan penanganan sedimentasi di aliran Sibelis atau Kali Bacin kawasan Gajahmada Hilir, Kelurahan Tegalsari.
Perwakilan nelayan bersama Ketua DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Jawa Tengah mendatangi kantor DPUPR Kota Tegal, Rabu 18 Februari 2026, untuk meminta kepastian program lanjutan setelah pekerjaan 2025 dinilai belum tuntas.
Plt Kepala DPUPR Heru Prasetya mengatakan, penanganan tahun lalu baru sebatas pengerukan dan pembangunan groin dengan anggaran Rp 400 juta.
Baca Juga: Ramadan 2026, Pemkot Pastikan Stok Bahan Pokok Kota Pekalongan Aman
“Total kebutuhan penanganan pendangkalan Kali Bacin mencapai Rp 1,4 miliar, namun baru terealisasi Rp 400 juta,” ujar Heru.
Sisa kebutuhan sekitar Rp 1 miliar masih menunggu pembahasan lebih lanjut.
Menurut Heru, kondisi keuangan daerah terdampak penurunan transfer ke daerah atau TKD 2026 yang mencapai lebih dari Rp 100 miliar, sehingga anggaran baru difokuskan pada pemeliharaan rutin.
Heru menjelaskan, pekerjaan 2025 meliputi peninggian groin sepanjang 100 meter dengan lebar empat meter serta pengerukan sisi timur sepanjang 150 meter, lebar enam meter dan kedalaman satu meter.
Sementara itu Ketua DPD HNSI Jawa Tengah, Riswanto mengatakan, nelayan membutuhkan kepastian karena pendangkalan mengganggu aktivitas melaut.
Selain sedimentasi, nelayan juga meminta penataan parkir kapal besar, karena kerap menghambat pergerakan kapal kecil, terlebih menjelang musim melaut saat Ramadan. **


