Obat Golongan G Serbu Pelajar, BNN Tegal Siap Bertindak
Rabu, 24 Desember 2025 | 19.49

TEGAL, puskapik.com - Penyalahgunaan obat-obatan keras golongan G seperti tramadol dan trihexyphenidyl di kalangan pelajar menjadi perhatian serius Badan Narkotika Nasional atau BNN Kota Tegal. Obat-o...
TEGAL, puskapik.com - Penyalahgunaan obat-obatan keras golongan G seperti tramadol dan trihexyphenidyl di kalangan pelajar menjadi perhatian serius Badan Narkotika Nasional atau BNN Kota Tegal.
Obat-obatan yang seharusnya hanya bisa diperoleh dengan resep dokter itu kini justru beredar bebas dengan harga murah dan menyasar anak-anak usia sekolah.
Kepala BNN Kota Tegal, Kunarto, mengungkapkan bahwa fenomena ini tak kalah berbahaya dibanding penyalahgunaan narkotika.
Bahkan, dampaknya kerap memicu tawuran, kenakalan remaja hingga perilaku agresif di kalangan pelajar.
"Secara aturan, ini memang bukan narkotika. Tapi efeknya sangat berbahaya. Banyak pelajar yang kecanduan obat-obatan ini," kata Kunarto, saat konferensi pers di Kantor BNN Kota Tegal, Jalan Sembilang, Rabu 24 Desember 2025.
Kunarto menyebut, obat-obatan golongan G tersebut diperoleh dari jalur distribusi ilegal dan dijual bebas tanpa pengawasan.
Harganya pun relatif murah, mulai dari Rp 5 ribu per butir hingga Rp 10 ribu untuk beberapa pil, sehingga mudah dijangkau oleh pelajar.
BNN Kota Tegal mengaku telah mengidentifikasi sejumlah titik peredaran ilegal obat-obatan terlarang tersebut.
Bersama instansi terkait, BNN siap melakukan penindakan tegas dan penutupan tempat-tempat penjualan ilegal yang masih bermunculan.
"Sudah ada yang kami tutup, tapi memang masih muncul titik-titik baru. Tahun ini kami akan sikat bersama aparat terkait," tegas Kunarto.
Selain fokus pada obat-obatan keras, BNN Kota Tegal juga terus mengintensifkan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba atau P4GN.
Wilayah kerja BNN Kota Tegal meliputi Kota Tegal, Kabupaten Tegal dan Kabupaten Brebes.
Sepanjang 2025, BNN telah melaksanakan 1.296 kegiatan Informasi dan Edukasi atau IE melalui sosialisasi konvensional kepada masyarakat, pelajar, mahasiswa, kelompok keagamaan, PKK, perusahaan hingga tempat hiburan malam. Total sasaran mencapai 89.831 orang.
Upaya deteksi dini juga dilakukan melalui tes urine secara acak di berbagai lokasi.
Dari 38 kali tes urine dengan sasaran 1.560 orang, ditemukan delapan orang yang dinyatakan positif narkoba.
Dalam bidang rehabilitasi, BNN Kota Tegal mencatat 31 klien rawat jalan, dengan hampir separuhnya masih berusia pelajar.
Selain itu, 30 klien mengikuti layanan pascarehabilitasi yang difokuskan pada pemulihan kepercayaan diri dan reintegrasi sosial.
"Dari 31 klien rehabilitasi, 48,38 persen masih usia produktif dan pelajar. Ini yang membuat pencegahan harus terus diperkuat," jelas Kunarto.
Sementara di sektor penindakan, BNN Kota Tegal bersama BNN Provinsi Jawa Tengah sepanjang 2025 berhasil menggagalkan peredaran narkotika dengan barang bukti 521,47 gram sabu, 662 butir ekstasi dan 15 gram ganja serta mengamankan enam tersangka. **



