Pasangan Tanggul Sungai Ketiwon Jebol, Warga Panggung Tegal Was-was Semalaman

Puluhan KK di Kelurahan Panggung, Kota Tegal, was-was setelah tanggul Sungai Ketiwon jebol akibat hujan deras. PSDA lakukan penanganan darurat.
TEGAL, puskapik.com - Puluhan kepala keluarga di Jalan Irian RT 17/ RW 09, Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, dibuat was-was dan tak bisa tidur semalaman, menyusul runtuhnya pasangan penahan tanggul Sungai Ketiwon saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut, Rabu malam, 4 Februari 2026.
Runtuhnya pasangan tanggul diduga akibat tingginya curah hujan yang berlangsung cukup lama, ditambah derasnya debit aliran Sungai Ketiwon kiriman dari wilayah hulu.
Ketua RW 09 Kelurahan Panggung, Tansah Widodo mengatakan, kondisi tanggul Sungai Ketiwon pada Rabu malam sekitar pukul 23.30 WIB sangat mencemaskan.
Widodo mengaku turun langsung ke lokasi dan mendapati pasangan tanggul sudah jebol. Debit air sungai juga terpantau tinggi dan melimpas melalui bagian tanggul yang lebih rendah.
Baca Juga: Kapolres Tegal dan Bhayangkari Salurkan Baksos Untuk Warga Padasari
“Ketinggian air yang melimpas di atas tanggul sekitar 20 sentimeter atau satu jengkal orang dewasa,” kata Widodo, Kamis, 5 Februari 2026.
Menurut Widodo, hujan yang turun malam itu sangat deras. Beruntung, tidak bersamaan dengan pasang air laut.
“Alhamdulillah air laut tidak pasang. Kalau sampai banjir dari selatan bertemu dengan pasang, kemungkinan besar air sudah masuk ke permukiman RW 09, terutama RT yang berada di sepanjang Sungai Ketiwon, seperti RT 01, RT 03, RT 12, RT 13, RT 16, dan RT 17,” ujar Widodo.
Widodo menyebutkan, terdapat dua titik tanggul yang dinilai rawan karena belum dilengkapi bronjong dan mudah tergerus aliran air.
Kondisi tersebut diperparah karena masih terdapat tanaman glagah yang membuat struktur tanggul rentan jebol.
Sementara itu, Koordinator Pelaksana Balai PSDA Pemali Comal, Saefudin mengatakan, pihaknya telah memantau lokasi pasangan tanggul yang jebol dengan panjang sekitar 6,5 meter dan tinggi 1,8 meter.
Sebagai langkah awal, Balai PSDA Pemali Comal akan melakukan penanganan darurat dengan pemasangan sand bag atau karung pasir.
“Kami akan susun sand bag, bisa juga memanfaatkan tanah yang ambruk untuk dimasukkan ke dalam karung dan diatur. Jika masih kurang, persediaan sand bag kami masih cukup,” ujar Saefudin.
Saefudin menjelaskan, Balai PSDA saat ini juga membackup penanganan banjir di wilayah lain, seperti Pekalongan dan Pemalang, sehingga pembagian tenaga menjadi tantangan tersendiri.
“Hampir setiap hari petugas kami mengisi dan mendistribusikan sand bag. Tenaga terbatas, sementara laporan masuk cukup banyak, termasuk soal sampah dan sedimentasi. Namun yang jelas, penanganan tanggul ini akan segera dilakukan,” tegas Saefudin.
Saefudin menambahkan, di sekitar lokasi jebol, terdapat usulan warga agar dilakukan peninggian tanggul, karena posisi tanggul dinilai lebih rendah sehingga mudah dilimpasi air sungai.
Untuk penanganan permanen, Balai PSDA Pemali Comal berencana membangun parapet atau tanggul banjir setinggi sekitar 30 sentimeter dengan panjang kurang lebih 10 meter.
Berdasarkan inventarisasi Balai PSDA, masih banyak tanggul sungai di wilayah kerja mereka yang membutuhkan penanganan darurat, selain persoalan sedimentasi yang memperberat aliran sungai.
“Selain sungai, kami juga menangani irigasi. Saat ini kami juga fokus memperbaiki irigasi yang rusak parah di Desa Karangmalang, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal, akibat curah hujan tinggi,” jelas Saefudin.
Balai PSDA Pemali Comal memastikan pemantauan kondisi tanggul sungai terus dilakukan. Setiap malam, petugas piket disiagakan untuk memantau potensi banjir dan berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat.
Artikel Terkait

Semarak HUT ke-81 PMI di Pemalang, Warga Ikuti Senam dan Donor Darah

Berkunjung ke Batang, Wapres Gibran Jenguk Korban Keracunan MBG, Jumlah Total Capai 674 Orang

Puluhan Driver Ojol di Tegal Deklarasi Patrol, Satukan Roda Dua dan Roda Empat
