Pasangan Tanggul Sungai Ketiwon Jebol, Warga Panggung Tegal Was-was Semalaman

Kamis, 5 Februari 2026 | 13.21
Petugas Balai PSDA Pemali Comal, menginventarisir usulan pembuatan tanggul Sungai Ketiwon, dari warga RW 09 Kelurahan Panggung, Tegal, Kamis 5 Februari 2026.
Petugas Balai PSDA Pemali Comal, menginventarisir usulan pembuatan tanggul Sungai Ketiwon, dari warga RW 09 Kelurahan Panggung, Tegal, Kamis 5 Februari 2026.

Puluhan KK di Kelurahan Panggung, Kota Tegal, was-was setelah tanggul Sungai Ketiwon jebol akibat hujan deras. PSDA lakukan penanganan darurat.

TEGAL, puskapik.com - Puluhan kepala keluarga di Jalan Irian RT 17/ RW 09, Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, dibuat was-was dan tak bisa tidur semalaman, menyusul runtuhnya pasangan penahan tanggul Sungai Ketiwon saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut, Rabu malam, 4 Februari 2026.

Runtuhnya pasangan tanggul diduga akibat tingginya curah hujan yang berlangsung cukup lama, ditambah derasnya debit aliran Sungai Ketiwon kiriman dari wilayah hulu.

Ketua RW 09 Kelurahan Panggung, Tansah Widodo mengatakan, kondisi tanggul Sungai Ketiwon pada Rabu malam sekitar pukul 23.30 WIB sangat mencemaskan.

Widodo mengaku turun langsung ke lokasi dan mendapati pasangan tanggul sudah jebol. Debit air sungai juga terpantau tinggi dan melimpas melalui bagian tanggul yang lebih rendah.

Baca Juga: Kapolres Tegal dan Bhayangkari Salurkan Baksos Untuk Warga Padasari

“Ketinggian air yang melimpas di atas tanggul sekitar 20 sentimeter atau satu jengkal orang dewasa,” kata Widodo, Kamis, 5 Februari 2026.

Menurut Widodo, hujan yang turun malam itu sangat deras. Beruntung, tidak bersamaan dengan pasang air laut.

“Alhamdulillah air laut tidak pasang. Kalau sampai banjir dari selatan bertemu dengan pasang, kemungkinan besar air sudah masuk ke permukiman RW 09, terutama RT yang berada di sepanjang Sungai Ketiwon, seperti RT 01, RT 03, RT 12, RT 13, RT 16, dan RT 17,” ujar Widodo.

Widodo menyebutkan, terdapat dua titik tanggul yang dinilai rawan karena belum dilengkapi bronjong dan mudah tergerus aliran air.

Kondisi tersebut diperparah karena masih terdapat tanaman glagah yang membuat struktur tanggul rentan jebol.

Halaman 1 dari 3

Artikel Terkait