Polres Tegal Kota Ingatkan Remaja, Jangan Tantang Bahaya Demi Konten
Sabtu, 18 Oktober 2025 | 17.11

TEGAL, puskapik.com - Aksi nekat dua remaja di Kota Tegal yang terjun bebas dari jembatan di atas Sungai Ketiwon, Kelurahan Slerok, Kecamatan Tegal Timur, berakhir tragis. Keduanya ditemukan meninggal...
TEGAL, puskapik.com - Aksi nekat dua remaja di Kota Tegal yang terjun bebas dari jembatan di atas Sungai Ketiwon, Kelurahan Slerok, Kecamatan Tegal Timur, berakhir tragis. Keduanya ditemukan meninggal dunia setelah dilaporkan tenggelam pada Kamis sore 16 Oktober 2025.
Peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi generasi muda agar tidak mudah terbawa arus tren membuat konten ekstrem di media sosial yang justru membahayakan diri sendiri.
Plt Kasi Humas Polres Tegal Kota, AKP Sakmadi membenarkan kejadian tersebut. Sakmadi mengatakan, korban pertama, SW (16) warga Kelurahan Tegalsari, ditemukan pada Jumat pagi 17 Oktober 2025 sekitar pukul 05.10 WIB dalam kondisi meninggal dunia.
“Korban langsung dievakuasi ke rumah sakit,” ujar Sakmadi dalam keterangan resmi Jumat 17 Oktober 2025.
Sementara korban kedua, NQ (16), warga Kelurahan Panggung, ditemukan beberapa jam kemudian, sekitar pukul 13.45 WIB, juga dalam kondisi meninggal dunia.
“Korban ditemukan tidak jauh dari lokasi awal mereka melompat ke sungai. Jenazah kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit,” jelas Sakmadi.
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, aksi tersebut ternyata sudah direncanakan sebelumnya dan sempat dibagikan di grup WhatsApp teman-teman korban. Meski sempat diperingatkan warga agar tidak melompat, keduanya tetap nekat melakukannya demi membuat konten.
Tim gabungan dari Polri, BPBD, Basarnas dan relawan SAR Arnavat dikerahkan dalam proses pencarian sejak Kamis sore hingga akhirnya korban ditemukan keesokan harinya.
AKP Sakmadi mengimbau masyarakat, terutama kalangan pelajar, agar tidak menantang bahaya hanya demi konten atau popularitas sesaat di media sosial.
“Kami harap kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pihak. Jangan latah mengikuti tren berbahaya. Buatlah konten yang mencerdaskan, menginspirasi dan bermanfaat bagi orang lain,” tegas Sakmadi.
Tragedi ini menambah daftar panjang korban dari perilaku nekat yang dipicu oleh keinginan tampil heboh di media sosial. Polisi mengingatkan, media sosial seharusnya menjadi wadah positif untuk berbagi informasi dan kreativitas, bukan ajang mempertaruhkan nyawa. **



