Sumur Warga Tercemar, Kelurahan Kaligangsa Salurkan Kaporit dan Tawas

Sabtu, 10 Januari 2026 | 13.34
Sumur Warga Tercemar, Kelurahan Kaligangsa Salurkan Kaporit dan Tawas

Sebanyak 107 rumah di Kaligangsa menerima kaporit dan tawas usai sumur tercemar banjir, disertai kerja bakti dan layanan kesehatan warga.

TEGAL, puskapik.com - Sebanyak 107 rumah di Kelurahan Kaligangsa, Kecamatan Margadana, Kota Tegal, menerima distribusi kaporit dan tawas dari pihak kelurahan, Jumat 9 Januari 2026.

Bantuan tersebut diberikan menyusul tercemarnya sumur warga akibat genangan air pasca genangan.

Lurah Kaligangsa, Hadi Purwanto mengatakan, distribusi kaporit dan tawas dilakukan sebagai langkah cepat untuk menjaga kualitas air bersih warga.

Baca Juga: Genangan Tahunan di Krandon Akhirnya Dipetakan, Penanganan Butuh Rp 2 Miliar

Pasalnya, banyak sumur rumah warga tercampur air genangan saat banjir melanda wilayah tersebut.

"Banyak sumur warga yang kemarin tercampur genangan air, sehingga kami distribusikan kaporit dan tawas," ujar Hadi usai apel kerja bakti massal di Kelurahan Krandon, Sabtu 10 Januari 2026.

Menurut Hadi, bantuan tersebut menyasar 107 rumah yang tersebar di RT 01-05/ RW 06 serta RT 02-04/ RW 05.

Baca Juga: Genangan Air Krandon Tegal Ditangani, 250 Orang Turun Bersihkan Saluran

Selain distribusi bahan penjernih air, pihak kelurahan juga menginisiasi kerja bakti serentak di seluruh lingkungan.

"Kerja bakti dilakukan massal di seluruh RT mulai RW 01 sampai RW 07 untuk membersihkan saluran dan irigasi," jelas Hadi.

Hadi menyebutkan, genangan air di wilayah Kaligangsa rata-rata memiliki ketinggian 15 hingga 50 sentimeter, khususnya di RW 06.

Sementara di RW 05, ketinggian air tidak sampai 50 sentimeter, namun sejumlah rumah tetap terdampak karena posisinya lebih rendah dari permukaan jalan.

"Di RW 05 memang tidak tinggi, tapi karena rumah warga banyak yang lebih rendah, air tetap masuk," ungkap Hadi.

Hadi menambahkan, kaporit digunakan untuk membunuh bakteri, sementara tawas berfungsi menjernihkan air agar kembali layak digunakan.

Tak hanya itu, dampak genangan air juga menyebabkan sejumlah warga mengalami gangguan kesehatan seperti gatal-gatal.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, kelurahan bekerja sama dengan Puskesmas Kaligangsa dan Posyandu Flamboyan membuka layanan pengobatan gratis.

"Saat air belum surut, kami buka puskesmas keliling bekerja sama dengan Puskesmas Kaligangsa dan Posyandu Flamboyan," ucap Hadi. **

Artikel Terkait