Genangan Tahunan di Krandon Akhirnya Dipetakan, Penanganan Butuh Rp 2 Miliar

Sabtu, 10 Januari 2026 | 12.33
Pemerintah dan DPRD Kota Tegal, memetakan kebutuhan anggaran untuk penanganan genangan air di Kelurahan Krandon, Kecamatan Margadana, Sabtu 10 Januari 2026.
Pemerintah dan DPRD Kota Tegal, memetakan kebutuhan anggaran untuk penanganan genangan air di Kelurahan Krandon, Kecamatan Margadana, Sabtu 10 Januari 2026.

Pemkot Tegal memetakan genangan tahunan Krandon usai kerja bakti massal. Penanganan terintegrasi diperkirakan butuh anggaran Rp 2 miliar.

TEGAL, puskapik.com - Di sela kerja bakti massal pascagenangan air, jajaran eksekutif dan legislatif turun langsung menyusuri saluran air di Kelurahan Krandon, Kecamatan Margadana, Kota Tegal, Sabtu 10 Januari 2026.

Blusukan tersebut dipimpin Sekretaris Daerah Kota Tegal, Agus Dwi Sulistyantono, didampingi camat, lurah, organisasi perangkat daerah atau OPD terkait serta anggota DPRD dari Dapil Margadana.

Mereka meninjau jalur irigasi dan drainase yang sebelumnya menjadi titik genangan air cukup parah di wilayah RW 04, mulai dari RT 01 hingga RT 06.

Baca Juga: Niat Hendak Kencing, Buruh Bongkar Muat di Pekalongan Tewas Tersengat Tiang Lampu Jalan

Sekda Kota Tegal, Agus Dwi Sulistyantono mengatakan, peninjauan dilakukan untuk mengurai penyebab utama terjadinya genangan air, baik yang berasal dari hujan lokal, air kiriman dari wilayah Selatan maupun limpahan rob.

"Hari ini kami bersama teman-teman OPD, camat, lurah dan anggota dewan, meninjau lokasi yang kemarin tergenang. Setelah air surut, hari ini kita kerja bakti massal sekaligus memonitor dan memetakan persoalan," ujar Agus.

Baca Juga: Genangan Air Krandon Tegal Ditangani, 250 Orang Turun Bersihkan Saluran

Menurut Agus, peninjauan dilakukan menyeluruh dengan menyusuri jalur drainase hingga ke ujung saluran.

Di lapangan, Pemkot Tegal juga berdiskusi langsung dengan anggota DPRD untuk merumuskan solusi jangka menengah dan panjang.

"Kita ingin mencari solusi bersama, agar limpahan air akibat hujan, air kiriman dari selatan maupun rob tidak lagi mengganggu warga ke depannya," kata Agus.

Halaman 1 dari 3

Artikel Terkait