Tegal dalam Sejarah, 80 Tahun Lalu Rumah di Cikrik Jadi Saksi Reorganisasi Cikal Bakal TNI

Minggu, 5 Oktober 2025 | 16.18

TEGAL, puskapik.com - Sebuah rumah di Jalan Cikrik, Kelurahan Randugunting, Kota Tegal, menjadi saksi sejarah lahirnya Tentara Keamanan Rakyat atau TKR yang kemudian menjadi cikal bakal Tentara Nasion...

TEGAL, puskapik.com - Sebuah rumah di Jalan Cikrik, Kelurahan Randugunting, Kota Tegal, menjadi saksi sejarah lahirnya Tentara Keamanan Rakyat atau TKR yang kemudian menjadi cikal bakal Tentara Nasional Indonesia. Pada 17 Oktober 1945, sejumlah pemuda eks Pembela Tanah Air atau PETA dan Heiho menggelar pertemuan di rumah tersebut untuk merencanakan pembentukan TKR di Tegal. Pertemuan itu merupakan tindak lanjut dari pengumuman pemerintah Indonesia tentang pembentukan TKR pada 5 Oktober 1945. Dalam maklumat yang disampaikan pemerintah, dinyatakan bahwa untuk memperkuat keamanan umum, dibentuklah Tentara Keamanan Rakyat. Selanjutnya, melalui pengumuman Perintah pada 7 Oktober 1945, ditegaskan bahwa pembentukan Tentara Kebangsaan telah dilaksanakan di salah satu daerah dekat Jakarta. Langkah ini dimaksudkan untuk menyempurnakan kekuatan Republik Indonesia yang baru berdiri. Maklumat itu juga menyerukan kepada para pemuda bekas PETA, Heiho, Kaigun Heiho dan Barisan Pelopor agar menyiapkan diri untuk membaktikan tenaga melawan kembalinya penjajahan Belanda. Para pemuda dan Tentara Kebangsaan didorong untuk segera dipersenjatai demi mempertahankan keamanan umum. Hadir dalam pertemuan di Randugunting itu, Djuweni Wimbohandoko, Kasman Utoyo, Parwoto, Oong Samsudin, Sumaryono, Hayup, Sudjatko dan Arisman. Sejak hari itu, Tegal resmi memiliki Batalyon TKR yang menjadi bagian dari Resimen XVII Pekalongan, Divisi III. Susunan TKR Batalyon III Resimen XVII Tegal : Komandan Batalyon : Djuweni Ajudan Komandan Batalyon : Sudjanto Komandan Pasukan Markas Batalyon : Parwoto Bagian Persenjataan : Reksosuparto Bagian Keuangan : Slamet Haryono Bagian Intendant : Martono Perwira Staf: Sumardi Bagian Kesehatan : W. Soegidjarwoto Kedudukan Markas Batalyon : Eks Hotel Spork Komandan Kompi I : Soebechi Komandan Kompi II : Soegiono Komandan Kompi III : Moh. Yusup Komandan Kompi IV : Dakri Di antara empat kompi yang terbentuk, hanya Kompi III di bawah pimpinan Moh. Yusup yang berhasil terbentuk secara sempurna sehingga menjadi pasukan andalan Batalyon Djuweni. Sementara tiga kompi lainnya belum lengkap hingga pertengahan bulan November 1945. Untuk memperkuat pasukan, Batalyon III TKR Tegal membuka pendaftaran bagi pemuda warga negara Indonesia yang ingin menjadi prajurit TKR. Bagi pemuda setingkat Sekolah Menengah Tingkat Pertama atau SMTP disediakan pelatihan dan gemblengan selama satu bulan. Sedangkan bagi yang sudah lulus pelatihan, diangkat dengan pangkat kopral dan ditempatkan sebagai wakil komandan regu. Langkah ini menjadi bagian penting dari sejarah perjuangan rakyat Tegal dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Dikutip dari buku berjudul Tegal Berjuang karya Sertu Purn. TNI AD H. Ahmad. **

Artikel Terkait