Tim PSDA DPUPR Tegal Bekerja Senyap Lawan Genangan di Krandon dan Kaligangsa

Kamis, 1 Januari 2026 | 20.44

TEGAL, puskapik.com - Genangan air yang perlahan mulai surut di Kelurahan Kaligangsa dan Krandon, Kecamatan Margadana, Kota Tegal, tak lepas dari kerja senyap tim Pengelolaan Sumber Daya Air atau PSDA...

TEGAL, puskapik.com - Genangan air yang perlahan mulai surut di Kelurahan Kaligangsa dan Krandon, Kecamatan Margadana, Kota Tegal, tak lepas dari kerja senyap tim Pengelolaan Sumber Daya Air atau PSDA DPUPR Kota Tegal yang terus berjibaku di lapangan, siang dan malam. Sub Koordinator Pemeliharaan PSDA DPUPR Kota Tegal, Wahyu Adi Sutopo, menjelaskan bahwa hingga Senin, 1 Januari 2026, seluruh sistem pengendalian air masih dioperasionalkan secara penuh, mulai dari pompa kolam retensi, rumah pompa hingga buka tutup pintu air. Di Kolam Retensi atau Polder Bayeman, Kelurahan Kaligangsa, terdapat enam unit mesin pompa dengan kapasitas masing-masing 75 liter per detik. Selain itu, terdapat tujuh pintu air utama serta satu pintu air tambahan di Saluran Cacingan. “Untuk pintu air di Polder Bayeman dan Pompa Gebang, saat ini sudah bisa dibuka semua. Tapi mesin pompa tetap kami operasionalkan,” ujar Wahyu di sela pemantauan lapangan. Sementara itu, di Rumah Pompa Gebang, terdapat dua unit mesin pompa dengan kapasitas besar, masing-masing 250 liter per detik, dengan empat pintu air pengendali. Seluruhnya masih aktif untuk mempercepat penurunan debit air di wilayah hilir. Berdasarkan pemantauan terakhir, elevasi air di Saluran Gewor tercatat sekitar 50 sentimeter. Jika ditarik ke wilayah permukiman, terutama di Kelurahan Krandon, kedalaman saluran mencapai sekitar empat meter dari dasar saluran. “Insya Allah ini masih nyala,” kata Wahyu singkat, merujuk pada mesin-mesin pompa yang terus bekerja tanpa henti. Di Kolam Retensi Bayeman sendiri, elevasi air terakhir tercatat sekitar 260 sentimeter. Mesin pompa masih terus dioperasikan untuk menjaga agar air tidak kembali meluap ke permukiman warga. Upaya penanganan juga diperkuat dengan mobilisasi truk tangki penyedot air. Sejak Selasa 30 Desember 2025 hingga Kamis siang 1 Januari 2025, truk-truk tangki hilir mudik menyedot genangan di wilayah Krandon dan membuangnya ke saluran yang lebih aman. “Alhamdulillah, dari testimoni warga, air sudah jauh berkurang dibanding kemarin. Rata-rata turun sekitar 30 sentimeter,” ungkap Wahyu. Jika sehari sebelumnya genangan di jalan utama masih mencapai sekitar 60 sentimeter, kini kendaraan roda dua sudah mulai bisa melintas, meski masih tersisa genangan sekitar 20 hingga 30 sentimeter. Namun, lanjut Wahyu, di gang-gang sempit, ketinggian air masih bervariasi dan di beberapa titik masih relatif dalam. Untuk mempercepat penanganan, tim dari Balai PSDA Pemali Comal mengirimkan bantuan pompa alcon yang ditempatkan di lokasi truk tangki, tepatnya di depan MI Nurul Hikmah, Kelurahan Krandon. “Jadi memang di balik genangan air ini, ada tim yang terus siaga. Mulai dari mengoperasikan pompa, buka-tutup pintu air, monitoring wilayah sampai mobilisasi truk tangki,” tutur Wahyu. Di balik kerja teknis itu, ada cerita kecil yang luput dari perhatian. Hingga pukul 09.23 WIB, Wahyu mengaku tim PSDA DPUPR belum sempat sarapan. Sejak pagi buta, mereka sudah berada di lapangan memastikan mesin tetap menyala dan air terus bergerak surut. **

Artikel Terkait