Mengenal Sosok Istri Ki Gede Sebayu, Raden Ayu Buyut Emas

Sabtu, 21 Februari 2026 | 13.14
Makam Raden Ayu Buyut Emas
Makam Raden Ayu Buyut Emas

Mengenal Raden Ayu Buyut Emas, istri Ki Gede Sebayu, sosok cantik hati dan batin yang mendampingi pendiri Tegal dalam membangun bendungan Danawarih.

SLAWI, puskapik.com - Ki Gede Sebayu, tokoh pendiri Kabupaten Tegal ini sudah dikenal masyarakat luas. Namun, banyak yang belum mengetahui sosok istri dari Ki Gede Sebayu, Raden Ayu Buyut Emas atau nama aslinya, Raden Ayu Saadah. Seperti apa sosok Nyai Saadah?

Makam Ki Gede Sebayu yang berada di tepi Sungai Gung wilayah Desa Danawarih, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal, berdiri megah dengan pengelolaan dari Pemerintah Kabupaten Tegal dan Kota Tegal.

Makam pendiri Tegal yang membangun bendungan Danawarih yang tak jauh dari makam Ki Gede Sebayu, terdapat makam kecil yang juga telah diperindah di sebelah timur makam utama Ki Gede Sebayu.

Baca Juga: Weton Hari Ini 21 Februari 2026, Sabtu Wage Cocok untuk Laku Spiritual

Makam istri Ki Gede Sebayu, Raden Ayu Buyut Emas dibuat terpisah, namun masih dalam satu kawasan makam Ki Gede Sebayu. Makam Raden Ayu Buyut Emas juga telah dibuat nisan baru dan di kotak tersendiri.

Di makan ini, telah terpasang tulisan Raden Ayu Saadah atau dengan gelar bangsawan, Raden Ayu Buyut Emas. Banyak juga peziarah yang bertawasul dan mendoakan istri dari Ki Gede Sebayu ini.

Kebesaran nama Ki Gede Sebayu yang awalnya diutus menjadi juru demung di tlatah Tegal, tak lepas dari seorang perempuan yang dipercaya berparas cantik ini.

Tak hanya cantik secara lahiriyah, tapi cantik secara batin. Orang sekarang mengenal dengan istilah inner beauty yang artinya kecantikan batin yang terpancar dari karakter, kepribadian, dan hati seseorang.

Raden Ayu Buyut Emas tak banyak dikupas kenapa nama itu disematkan kepada istri dari Ki Gede Sebayu. Secara filosofis, emas melampaui makna material sebagai logam mulia atau alat tukar. Emas dianggap sebagai simbol kesempurnaan, keabadian, dan kemurnian tertinggi.

"Tidak ada literasi atau artefak yang ditemukan. Jadi, belum ada yang tahu kapan Raden Ayu Buyut Emas meninggal," kata Ketua Lembaga Pengurus Makam Ki Gede Sebayu, H Akhmad Zaeni saat ditemui, Jumat 20 Februari 2026.

Akhmad Zaeni yang merupakan trah keturunan Ki Gede Sebayu ke-37, juga tak banyak cerita terkait dengan sosok Raden Ayu Buyut Emas. Namun, ia menilai bahwa Raden Ayu Buyut Emas layaknya Nyai yang merupakan istri dari pemilik pondok pesantren yang dibangun Ki Gede Sebayu.

Saat membangun bendungan Danawarih, Ki Gede Sebayu yang awalnya tinggal di Kalisoka, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal, juga membuat pondok di lokasi yang saat ini menjadi makamnya.

"Layaknya Nyai yang mengajar ngaji para santriwati," ujar Akhmad Zaeni.

Namun, Akhmad Zaeni meyakini bahwa istri Ki Gede Sebayu bukan orang sembarangan. Dibalik suami yang hebat, dibelakangnya ada istri yang luar biasa. Keteguhan hati Raden Ayu Buyut Emas membuat suaminya, Ki Gede Sebayu bisa menjadi orang yang sangat berpengaruh di Tegal.

Tak hanya di Danawarih, Ki Gede Sebayu dan Raden Ayu Buyut Emas juga sempat membuat pondok pesantren di Kalisoka. Namun, karena keinginannya mengembangkan pertanian, sehingga hijrah ke Danawarih untuk membuat bendungan dan irigasi. Hingga kini, bendungan itu berdiri kokoh, walaupun beberapa kali diterjang banjir besar.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait