BPBD Batang Pangkas Pohon Rawan di Jalur Pantura Subah Batang

Jumat, 23 Januari 2026 | 12.24
Sejumlah petugas BPBD memotong pohon antisipasi tumbang di sepanjang Jalur Pantura, Kecamatan Subah Kabupaten Batang.
Sejumlah petugas BPBD memotong pohon antisipasi tumbang di sepanjang Jalur Pantura, Kecamatan Subah Kabupaten Batang.

BPBD Batang memangkas pohon rawan tumbang di Jalur Pantura Subah sebagai langkah antisipasi cuaca ekstrem demi keselamatan pengguna jalan dan akses publik.

BATANG, puskapik.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batang melaksanakan pemangkasan pohon-pohon yang berpotensi tumbang di sepanjang Jalur Pantura, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, pada Jumat (23/1/2026).

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Batang, Muhammad Fajri, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut hasil rapat koordinasi yang dipimpin Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Batang sebagai upaya antisipasi menghadapi cuaca ekstrem.

“Ini tindak lanjut hasil rapat koordinasi. Tujuannya untuk merapikan dan memangkas pohon-pohon yang sudah menutupi badan jalan agar tidak menimbulkan kejadian yang tidak diinginkan,” jelasnya.

Baca Juga: 17 Lapak Pasar Loak Terminal Adiwerna Ludes Terbakar, Damkar Terkendala Suplai Air

Ia menjelaskan, pemangkasan pohon dilakukan di beberapa ruas Jalan Pantura yang melintasi Kecamatan Subah, Tulis, Kandeman, hingga wilayah Kota Batang. Namun, prioritas saat ini difokuskan pada satu pohon besar di depan pintu masuk Puskesmas Subah.

“Pohon ini kondisinya rawan dan berpotensi roboh, apalagi saat angin kencang dan hujan lebat. Lokasinya berada di akses masuk fasilitas pelayanan umum, sehingga harus dieksekusi lebih dulu,” terangnya.

Dalam pelaksanaannya, BPBD Batang berkoordinasi dengan berbagai instansi, di antaranya Pemerintah Kecamatan Subah, DPUPR, PLN, Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup, Polsek Subah, serta pihak Puskesmas.

Baca Juga: TPA Bokong Semar Disiapkan Menuju Zero Waste 2029

Fajri menambahkan, pihak Puskesmas Subah telah menyiapkan jalur pintu masuk alternatif guna memastikan pelayanan kesehatan dan akses ambulans tetap berjalan selama proses pemangkasan.

“Untuk sementara satu pohon ini dulu. Sambil berjalan, kami akan melakukan pendataan jumlah pohon rawan di wilayah Subah dan Tulis, kemudian dijadwalkan untuk penanganan berikutnya,” ungkapnya.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait