BPI Latih Nelayan Batang Perbaiki Mesin Kapal, Bisa Hemat Jutaan Rupiah per Tahun

BPI melatih nelayan Batang memperbaiki mesin kapal satu silinder agar mandiri, menekan biaya operasional, dan hemat hingga jutaan rupiah per tahun.
“Kami memandang nelayan adalah sahabat dan tetangga kami. Pelatihan ini bagian dari peningkatan SDM agar mereka punya kemampuan memperbaiki mesin kapal satu silinder yang digunakan sehari-hari,” tegasnya.
Selain materi, peserta juga dibekali satu set peralatan yang bisa digunakan saat melakukan perbaikan. Harapannya, ketika terjadi kerusakan, nelayan tidak lagi harus membawa mesin ke bengkel yang membutuhkan biaya besar.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Batang Agung Wisnu Barata mengatakan, kegiatan ini merupakan gelombang kedua. Sebelumnya pelatihan serupa telah diberikan dan mendapat respons positif.
“Jika nelayan mampu melakukan perbaikan sendiri, penghematan biaya bisa mencapai Rp1,5 juta hingga Rp2 juta per tahun untuk satu kapal. Kalau bisa memperbaiki sendiri dan saling belajar, tentu lebih murah, bisa mengurangi biaya operasional,” tuturnya.
Pada pelatihan kali ini, sebanyak 25 nelayan mengikuti kegiatan, didampingi sembilan penyuluh. Ke depan, pelatihan akan terus dilakukan hingga menjangkau ratusan nelayan lainnya.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Batang Darsono mengapresiasi kontribusi BPI dalam peningkatan kapasitas nelayan.
Ia berharap, para peserta yang sudah mendapatkan pelatihan dapat menularkan ilmunya kepada rekan-rekan lainnya sehingga target ratusan nelayan terlatih dapat tercapai dalam beberapa tahun ke depan.
“Pelatihan pertama kemarin dirasakan sangat membantu. Mesin yang rusaknya parah pun setelah dibongkar dan dirakit kembali bisa hidup. Ini jadi motivasi bagi nelayan untuk lebih percaya diri,” ujar dia.



