Bupati Batang Launching Dana Pensiun Rp1,2 Miliar untuk 6.600 Guru Madin

Minggu, 1 Februari 2026 | 19.34
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan (kiri), meninjau pelaksanaan cek kesehatan gratis di Pendapa Kabupaten Batang.
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan (kiri), meninjau pelaksanaan cek kesehatan gratis di Pendapa Kabupaten Batang.

Harlah Satu Abad NU Jateng di Batang jadi momen bersejarah dengan peluncuran dana pensiun bagi 6.600 guru Madin Pemkab setempat mendukung penuh.

BATANG, puskapik.com – Peringatan Harlah Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) tingkat Jawa Tengah di Kabupaten Batang menjadi momen bersejarah yang penuh suka cita.

Bukan sekadar seremoni, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan, membawa "oleh-oleh" istimewa bagi para pejuang pendidikan agama di wilayahnya: peluncuran dana pensiun bagi ribuan Guru Madrasah Diniyah (Madin).

Rencana besar ini dijadwalkan akan diumumkan secara resmi pada puncak acara istighotsah di Jalan Veteran Batang, Kabupaten Batang, Minggu (1/2/2026) malam.

Baca Juga: PWNU Jateng Peringati Satu Abad NU di Batang, Usung Tema Kemanusiaan

Jaminan Masa Tua bagi Guru Madin

Faiz menegaskan, bahwa program ini adalah bentuk apresiasi nyata pemerintah daerah terhadap dedikasi para guru Madin yang selama ini sering terlupakan jaminan masa tuanya. Dengan total anggaran tahunan mencapai Rp1,1 hingga Rp1,2 miliar, program ini diproyeksikan menyasar sekitar 6.600 guru.

“Nah nanti malam diumumin, nanti malam hadir ya. Yang prinsipnya kita akan memberikan dana pensiun kepada 6.600 guru madin. Jadi nanti kalau guru-guru madin tersebut pensiun akan mendapatkan sekitar 180 juta sampai 210 juta per orang,” jelasnya.

Baca Juga: Buku Santri Brambang Persembahan Polres Brebes di Harlah Ke 100 NU

Meski sempat disinggung mengenai sumber dana yang bersinggungan dengan Tunjangan Kinerja Daerah (TKD), Bupati menekankan bahwa kesejahteraan guru Madin adalah prioritas utama.

“Setahun sebenarnya nggak terlalu besar, sekitar Rp1,1 sampai Rp1,2 miliar. Tapi kan punya benefit yang cukup besar kepada guru madin yang selama ini mereka tidak memiliki dana pensiun ketika purna tugas,” imbuhnya.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait