Dana Swadaya Habis, Penanganan Longsor Sungai Pedes Tonjong Terhenti

Kamis, 1 Januari 2026 | 16.25

BREBES, puskapik.com - Upaya penanganan longsor di bantaran Sungai Pedes, Dukuh Karangjati, Desa Tonjong, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, kembali menemui jalan buntu. Alat berat yang selama beber...

BREBES, puskapik.com - Upaya penanganan longsor di bantaran Sungai Pedes, Dukuh Karangjati, Desa Tonjong, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, kembali menemui jalan buntu. Alat berat yang selama beberapa hari terakhir bekerja atas biaya swadaya warga, resmi berhenti beroperasi karena dana masyarakat telah habis. Penghentian operasional excavator tersebut diumumkan Ketua Kelompok Masyarakat (Pokmas) Desa Tonjong, Aditya Wibowo, pada Rabu 31 Desember 2025. Seluruh biaya sewa alat berat, operator, serta bahan bakar dikatakan telah terkuras tanpa adanya sumber pendanaan lanjutan. “Kami sudah maksimal dengan kemampuan warga. Tapi dananya memang sudah tidak ada lagi,” kata Aditya. Kondisi ini terjadi di tengah situasi yang belum stabil. Sehari sebelumnya, Selasa 30 Desember 2025, tanggul darurat yang telah dibangun dengan alat berat jebol setelah Sungai Pedes meluap. Aliran air memperparah erosi tebing dan meningkatkan potensi longsor susulan. Meski demikian, warga Dukuh Karangjati tidak sepenuhnya menghentikan upaya pengamanan. Dengan peralatan seadanya, mereka bergotong royong memasang trucuk bambu ampel dan mengisi batu ke dalam bronjong untuk menahan aliran air sementara. Seluruh pekerjaan dilakukan secara manual tanpa dukungan alat berat. Warga hanya mengandalkan tenaga dan kerja bakti, meski menyadari langkah tersebut belum mampu menahan ancaman banjir dan longsor secara optimal.“Ini murni swadaya. Tapi kami harus jujur, kemampuan masyarakat sangat terbatas. Sementara risiko longsor dan banjir masih tinggi,” ujar Aditya. Aditya berharap ada perhatian dan penanganan serius dari pihak terkait. Menurutnya, tanpa intervensi yang lebih permanen, kerusakan tebing sungai dikhawatirkan meluas dan membahayakan permukiman warga. Sebelumnya (Jumat 26 Desember 2025), hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan erosi parah di sepanjang Sungai Pedes. Empat rumah warga dilaporkan sudah tidak layak huni, sementara puluhan rumah lain berada dalam kondisi rawan. Untuk mempertahankan rumah mereka, warga menyewa alat berat secara patungan untuk pengalihan arus agar tidak menghantam tebing permukiman. **

Artikel Terkait