Distribusi Tersendat, Petani Brebes Antre Pupuk Subsidi sejak Awal Tahun 2026

Senin, 12 Januari 2026 | 21.15
petani antre pupuk di Brebes
Antrean pupuk subsidi terjadi di berbagai Kios Pupuk Lengkap (KPL) di Kabupaten Brebes sejak awal Januari 2026.

Antrean pupuk subsidi terjadi di berbagai Kios Pupuk Lengkap (KPL) di Kabupaten Brebes sejak awal Januari 2026

BREBES, puskapik.com - Antrean panjang petani untuk mendapatkan pupuk subsidi terjadi di berbagai Kios Pupuk Lengkap (KPL) di Kabupaten Brebes sejak awal Januari 2026.

Seperti yang terjadi di Desa Kluwut, Kecamatan Bulakamba, antrean terlihat setiap hari.

Rahmat (63), warga setempat, mengaku sudah membayar pupuk Urea dan Phonska pada 2 Januari, namun hingga kini belum menerima jatahnya.

Baca Juga: SMA Negeri 1 Slawi Luncurkan Website Branding Sekolah dan 6 Pelajar Jadi Duta

"Sudah bayar sejak 2 Januari. Tiap hari harus antre di sini sampai tanaman padi saya tinggal. Kalau tidak antre nanti diserobot orang," keluhnya.

Hal serupa dialami Eni (59) yang sejak 3 Januari rutin datang pagi-pagi ke kios agar bisa memperoleh pupuk. Menurutnya, pupuk sangat penting untuk menjaga pertumbuhan padi agar hasil panen tidak berkurang.

"Kalau tidak dipupuk, pertumbuhan padi tidak maksimal, hasilnya sedikit," ujarnya.

Admin KPL Brebes Putra, Agus, menjelaskan keterlambatan distribusi menjadi penyebab utama antrean panjang.

Kebutuhan pupuk mencapai 50 ton per hari, sementara pengiriman hanya 24 ton karena keterbatasan armada.

Baca Juga: Tidak Semua Korban Kebakaran Pasar Pagi Pemalang Dapat Bantuan, Ini Alasannya

"Tiap hari hanya tiga kali kiriman, satu armada 8 ton. Jadi sehari hanya 24 ton, padahal kebutuhan jauh lebih besar," ungkapnya.

Ia berharap distributor menambah armada agar distribusi pupuk lebih cepat.

Ketua KUD Wanasari, Juwari, selaku distributor pupuk wilayah Bulakamba, menegaskan stok pupuk sebenarnya cukup. Antrean panjang terjadi karena jadwal tanam padi dilakukan hampir bersamaan sehingga permintaan melonjak drastis.

"Ini bukan kelangkaan. Stok pupuk sangat cukup, hanya distribusinya yang terkendala armada," tegasnya.

Saat ini pihaknya hanya memiliki tiga truk dengan kapasitas masing-masing 8 ton. Untuk mengatasi keterbatasan, KUD menambah dua truk sewaan sehingga distribusi bisa meningkat hingga 50 ton per hari. Namun tambahan tersebut tetap belum mampu memenuhi seluruh permintaan kios.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait