Musrenbang Bumiayu, Kades Penggarutan Minta Anggaran Seremonial Dialihkan untuk Banjir

Kades Penggarutan minta anggaran seremonial dikurangi dan diprioritaskan untuk penanganan banjir Sungai Keruh dalam Musrenbang Kecamatan Bumiayu Brebes.
BREBES, puskapik.com – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Bumiayu berlangsung di Aula Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Senin 2 Februari 2026.
Dalam forum tersebut, Kades Penggarutan, Rosyi Ibnu Hidayat, meminta agar kegiatan yang bersifat seremonial dikurangi terlebih dahulu dan anggaran lebih diprioritaskan untuk penanganan bencana banjir bandang Sungai Keruh.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul kondisi Desa Penggarutan yang berulang kali terdampak banjir Sungai Keruh. Ibnu menilai, penanganan bencana menjadi kebutuhan paling mendesak dibandingkan kegiatan lain yang tidak bersentuhan langsung dengan keselamatan dan aktivitas warga.
Baca Juga: Mekanisme Uji KIR di Dishub Kota Tegal, Simak Syaratnya
"Kegiatan seremonial seremonial dikurangi dulu, Lebih baik prioritas untuk penanganan banjir. Tolong Pak Dewan (DPRD Brebes) difasilitasi, selamatkan nyawa nyawa warga yang bermukim di pinggir Sungai Keruh," kata Ibnu.
Banjir bandang Sungai Keruh Bumiayu tercatat terjadi setidaknya dua kali dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, yakni pada 8 November 2025 dan kembali terulang pada 23 Januari 2026.
Kejadian tersebut berdampak pada lingkungan permukiman dan mengganggu aktivitas masyarakat, terutama saat curah hujan tinggi. Namun hingga kini penanganan banjir yang terus berulang tersebut tidak jelas."Di desa kami, puluhan rumah rusak, sawah dan makam bergeser/hilang" kata Ibnu.
Baca Juga: Harga Cabai Merangkak Naik Jelang Ramadan, Rawit Merah di Bumiayu Tembus Rp70 Ribu Per Kilogram
Menurut Ibnu, perhatian pemerintah terhadap bencana banjir dirasakan warga masih kurang.“Warga mengeluh, sudah bayar pajak, tapi ketika ada banjir kurang mendapat perhatian,” ujarnya.
Pada musrenbang tersebut, Desa Penggarutan mengusulkan pembangunan tanggul penahan banjir Sungai Keruh dengan kebutuhan anggaran mencapai Rp 1 miliar. Selain itu, juga diusulkan pengerukan sedimentasi Sungai Keruh.


