Api Mengintai di Musim Kemarau, Damkar Kendal Siagakan Enam Posko

Minggu, 13 September 2026 | 14.19
Kebakaran lahan di Kaliwungu selatan. (edhot)
Kebakaran lahan di Kaliwungu selatan. (edhot)

Musim kemarau meningkatkan ancaman karhutla di Kendal. Damkar menyiagakan enam posko dan meminta warga tidak membakar sampah maupun lahan untuk mencegah kebakaran meluas.

KENDAL,puskapik.com – Rumput mengering, ilalang berubah menjadi bahan bakar, sementara sampah yang terpapar panas matahari mudah terbakar.

Kondisi tersebut membuat ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kendal meningkat selama musim kemarau.

Petugas pemadam kebakaran (Damkar) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal pun meningkatkan kewaspadaan.

Baca Juga: Dari Jawa Tengah, MTQ Nasional XXXI Pancarkan Kedamaian dan Pererat Kebersamaan

Selain menyiapkan personel dan armada, pemantauan dilakukan di sejumlah lokasi yang memiliki potensi kebakaran tinggi.

Hingga September 2026, sejumlah kebakaran telah terjadi pada kawasan hutan, lahan berumput dan ilalang, hingga tumpukan sampah kering. Dalam sejumlah kejadian, faktor manusia menjadi salah satu pemicu, terutama akibat aktivitas pembakaran di ruang terbuka.

Baca Juga: Dari Bandara hingga Arena, Kedekatan Warga Jateng dan Kafilah MTQ Nasional Jadi Sorotan Positif

Kepala Satpolkar Kendal Bambang Djoko Pitono mengatakan, kondisi kemarau membuat penanganan kebakaran membutuhkan respons cepat. Api yang awalnya kecil dapat dengan mudah membesar ketika menyambar vegetasi yang kering.

Untuk mempercepat penanganan, enam posko Damkar disiagakan di sejumlah wilayah Kendal selama musim kemarau. Keberadaan posko tersebut sekaligus untuk mendekatkan personel dan armada dengan wilayah yang berpotensi terjadi kebakaran.

“Selama musim kemarau kami terus meningkatkan kesiapsiagaan. Personel dan armada disiapkan, termasuk melalui enam posko Damkar yang disiagakan di sejumlah wilayah. Harapannya, ketika ada kejadian, petugas bisa segera bergerak,” ujar Bambang.

Menurut dia, kesiapsiagaan petugas tidak akan cukup tanpa dukungan masyarakat. Pencegahan justru menjadi langkah paling penting untuk menghindari kebakaran, terutama dengan menghentikan kebiasaan membakar sampah maupun lahan ketika kondisi lingkungan kering.

Imbauan serupa disampaikan Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kendal Iwan Sulistyo. Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran di tempat terbuka karena api berpotensi merambat melalui rumput dan semak yang mengering.

“Pembakaran sampah, rumput, maupun lahan harus dihindari, terutama di lokasi yang banyak terdapat bahan mudah terbakar. Dalam kondisi kemarau, api bisa cepat menjalar,” kata Iwan.

BPBD bersama Damkar juga memberi perhatian terhadap sejumlah kawasan yang sebelumnya pernah mengalami kebakaran. Salah satunya area TPA Darupono yang menjadi salah satu lokasi yang terus dipantau.

Pemantauan dilakukan sebagai langkah antisipasi agar api tidak berkembang dan merambat ke kawasan hutan maupun permukiman warga.

Halaman 1 dari 2