Dari Bandara hingga Arena, Kedekatan Warga Jateng dan Kafilah MTQ Nasional Jadi Sorotan Positif

Minggu, 13 September 2026 | 07.43
puskapik

Kafilah MTQ Nasional XXXI dari berbagai daerah memuji keramahan warga Jateng, fasilitas, dan antusiasme masyarakat sejak tiba di Bandara Ahmad Yani hingga arena Simpang Lima.

SEMARANG, puskapik.com – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI tahun 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah, tidak hanya menghadirkan kemeriahan dan fasilitas yang lengkap, tetapi juga memperkuat interaksi serta persaudaraan antara masyarakat lokal dan para peserta dari berbagai daerah.

Keramahan itu diakui oleh peserta dari mulai kedatangan di bandara Ahmad Yani Semarang hingga di arena utama saat Pembukaan MTQ Nasional XXXI di Lapangan Simpang Lima, Kota Semarang, Sabtu, 12 September 2026 malam.

Salah seorang kafilah dari Maluku Utara, Umar Mukhtar mengaku, mendapatkan pengalaman berbeda saat berada di Jawa Tengah dalam momentum MTQ Nasional.

Baca Juga: Punya Pantai Hingga Gunung, Pemalang Dorong Pariwisata Jadi Sektor Unggulan

Ia terkesan dengan kuatnya interaksi antara masyarakat dengan para peserta dan kafilah.

“Kita lihat kondisi masyarakatnya begitu menyatu. Hal ini yang sangat menggembirakan kami. Mulai dari sopir dan sebagainya itu sudah sangat menggembirakan kami ketika tiba di bandara,” katanya.

Ia juga mengapresiasi suasana keagamaan yang menurutnya sangat terasa selama perjalanan dan berada di sejumlah wilayah di Jawa Tengah.

Baca Juga: Belum Beraksi, 4 Remaja Diduga Gangster Keburu Diciduk Warga Bojong Pekalongan, 6 Celurit Disita

Hal lain yang menarik perhatiannya adalah banyaknya masjid serta aktivitas keagamaan yang mudah ditemui.

Selain suasana religius, Umar mengaku terkesan dengan keberagaman kuliner di Semarang dan Jawa Tengah.

Setali tiga uang, Pimpinan Kafilah Lampung, Makmur, menilai kemeriahan MTQ Nasional terlihat dari tingginya antusiasme masyarakat dalam menyambut para kafilah.

“Sangat luar biasa dari penyambutan, kemudian kita lihat antusias masyarakat yang hadir dalam pembukaan ini. Pokoknya sangat luar biasa,” ujarnya.

Makmur menegaskan MTQ bukan sekadar kompetisi untuk memperebutkan gelar juara. Menurut dia, nilai persaudaraan dan sportivitas harus menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan MTQ.

Ia berharap kompetisi dalam MTQ dapat menjadi sarana untuk mengimplementasikan nilai-nilai Alquran dalam kehidupan sehari-hari para qari dan qariah.

“Persaudaraan, kompetisi yang baik itu yang kita harapkan, sehingga nilai-nilai Alquran itu bisa terjawantahkan dalam kehidupan para qari dan qariah itu sendiri,” ujar Makmur.

Halaman 1 dari 2