Benteng Fort Willem I Ambarawa Diminati Ribuan Wisatawan
Minggu, 14 Desember 2025 | 18.31

SEMARANG, puskapik.com – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menyebut destinasi wisata baru Benteng Fort Willem I Ambarawa mampu menarik ribuan pengunjung setiap hari. Kondisi tersebut me...
SEMARANG, puskapik.com – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menyebut destinasi wisata baru Benteng Fort Willem I Ambarawa mampu menarik ribuan pengunjung setiap hari.
Kondisi tersebut menjadi bukti bahwa potensi sejarah dan budaya di Jawa Tengah dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurutnya, sektor pariwisata berbasis sejarah dan budaya memiliki kekuatan besar sebagai pintu masuk pariwisata dalam menarik minat masyarakat, baik dari dalam maupun luar provinsi.
Pernyataan itu disampaikan Sumarno saat Malam Anugerah Kebudayaan Jawa Tengah 2025 yang digelar di Benteng Fort Willem I Ambarawa, Kabupaten Semarang, Sabtu malam, 13 Desember 2025.
"Selain mempunyai nilai-nilai luhur sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, juga mempunyai nilai ekonomi di dalam mendukung pariwisata di Jawa Tengah," ucapnya. Sumarno mengatakan, perlu mencontoh negara-negara yang maju yang sejalan dalam menjaga eksistensi nilai-nilai sejarah budayanya. Di negara-negara Asia, seperti apa yang dilakukan Jepang, Korea, dan China. Moh Fajri, Vice President The Lawu Group, selaku pengelola pariwisata Benteng Pendem mengatakan, Heritage Benteng Fort Willem I Ambarawa (Benteng Pendem) mampu menarik ribuan wisatawan sejak revitalisasi selesai dan diresmikan pada 17 November 2025 "Eksotika bangunan bersejarah itu mampu menarik kedatangan wisatawan sekira 1.800-2.000-an orang pada hari biasa. Kemudian kurang-lebih 7.000 orang saat akhir pekan," katanya. "Artinya ini animo yang luar biasa. Atensi akan kerinduan masyarakat untuk menghargai situs-situs seperti ini yang juga menjadi saksi sejarah bagi lahir dan tumbuh kembangnya bangsa kita,"imbuhnya. Sebagai pariwisata ikonik baru di Jawa Tengah, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan seluruh elemen. Utamanya yang berwenang dalam pengelolaan situs cagar budaya. Supaya dalam pengelolaannya sesuai standar operasional dan ketentuan aturan perundang-undangan. Fajri mengatakan, pengelola memiliki kewajiban untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kemudian turut serta berkontribusi kepada pemerintah untuk kemajuan pengembangan budaya, perlindungan bangunan cagar budaya, dan dunia pariwisata di Jawa Tengah khususnya. Sebagai informasi, dalam kegiatan Anugerah Kebudayaan Jawa Tengah 2025 tersebut juga diberikan penghargaan kepada tokoh-tokoh pelestari dan pengembangan seni dan budaya di Jawa Tengah. Diantaranya diberikan kepada, Sri Paminto Widi Legowo, pegiat dan guru tari asal Semarang. Kedua, kepada Hadi Sumarto Sukendar sebagai pegiat kesenian alat musik tradisional Calung Banyumasan. Selanjutnya penghargaan diberikan kepada Irawati Kusumorasri dari Kota Surakarta, seorang seniman pertunjukan tari klasik Jawa. Kemudian kepada Yono Daryono sebagai seniman kawakan teater dam sastra asal Tegal. **


