Bukan Sekadar Benih dan Pupuk, Kendal Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Infrastruktur Air Pertanian

Rabu, 1 Juli 2026 | 16.20
Rapat Persiapan Kegiatan Bantuan Irigasi Perpipaan dan Bangunan Konservasi. (edhot)
Rapat Persiapan Kegiatan Bantuan Irigasi Perpipaan dan Bangunan Konservasi. (edhot)

Pemkab Kendal memperkuat infrastruktur pertanian melalui bantuan irigasi perpipaan dan konservasi air guna menjaga produktivitas lahan serta mendukung swasembada pangan.

KENDAL, puskapik.com – Upaya menjaga ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada ketersediaan benih unggul dan pupuk.

Faktor utama lain yang menjadi penentu keberhasilan pertanian adalah ketersediaan air untuk menjaga lahan tetap produktif sepanjang musim.

Menyadari hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Kendal melalui Dinas Pertanian dan Pangan mulai memperkuat infrastruktur pertanian dengan program bantuan irigasi perpipaan dan pembangunan konservasi air bagi kelompok tani di sejumlah wilayah.

Baca Juga: Warga Binaan Plantungan Kendal Belajar Jadi Perajin Kayu Profesional

Program ini menjadi langkah strategis untuk menjaga produktivitas pertanian sekaligus menghadapi ancaman perubahan iklim yang dapat memicu kekeringan dan menurunnya pasokan air irigasi.

Persiapan pelaksanaan program tersebut dibahas dalam Rapat Persiapan Kegiatan Bantuan Irigasi Perpipaan dan Bangunan Konservasi Bantuan Pemerintah Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Aula Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal, Rabu (1/7).

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal, Pandu Rapriat Rogojati, mengatakan kebutuhan infrastruktur pengairan masih menjadi salah satu aspirasi utama dari kelompok tani di berbagai kecamatan.

Baca Juga: Anti Ngatung! Begini Hack Ukur Panjang Celana Instan Tanpa Fitting Room

“Banyak permintaan yang masuk ke kami dari berbagai kelompok tani. Ini merupakan bantuan reguler dan pembangunannya dilakukan secara swakelola,” ujar Pandu.

Menurutnya, pelaksanaan pembangunan secara swakelola memberikan kesempatan bagi kelompok tani untuk terlibat langsung dalam proses pembangunan.

Selain mempercepat pelaksanaan, pola tersebut juga diharapkan menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap fasilitas yang telah dibangun.

Pandu mengingatkan kelompok penerima bantuan agar menjalankan kegiatan sesuai aturan yang telah ditetapkan, mengingat seluruh proses pembangunan akan menjadi bagian dari pelaporan kepada Kementerian Pertanian.

“Kami mohon agar dilaksanakan dengan baik, karena kegiatan ini harus dilaporkan ke Kementerian Pertanian. Harapannya program ini dapat meningkatkan hasil pertanian sehingga Kendal bisa mencapai swasembada pangan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal, Dewi Apriliyani, menjelaskan bantuan irigasi perpipaan difokuskan untuk lahan pertanian yang masih mengandalkan air hujan maupun wilayah yang rawan mengalami kekeringan.

Melalui sistem perpipaan, sumber air akan dialirkan menuju lahan pertanian secara lebih efektif sehingga kebutuhan air tanaman tetap terpenuhi, terutama saat memasuki musim kemarau.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait