Bukan Soal Fasilitas, Tujuh Pendekar Muda Kendal Diburu Target Emas

Jumat, 28 Agustus 2026 | 18.57
Atlet pencak silat beraudiensi dengan ketua IPSI Kendal sebelum bertanding di Popda Jateng.
Atlet pencak silat beraudiensi dengan ketua IPSI Kendal sebelum bertanding di Popda Jateng.

Tujuh atlet pencak silat Kendal membidik emas di Popda Jateng 2026. Meski anggaran terbatas, mereka mengandalkan mental, fisik, dan keberanian bertanding.

KENDAL,puskapik.com – Bukan fasilitas mewah yang menjadi bekal utama tujuh atlet pencak silat Kendal menuju Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Tengah 2026. Di tengah keterbatasan anggaran, mereka justru dibekali satu hal yang dianggap tak kalah penting: keberanian dan mental untuk bertarung.

Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kendal, Muhammad Tommy Fadlurrohman atau Gus Tommy, melepas para atlet yang akan membawa nama Kendal di ajang tingkat Jawa Tengah tersebut, Jumat (28/8).

Ia tidak menutup mata bahwa keterbatasan anggaran membuat tidak semua kebutuhan atlet bisa dipenuhi. Namun, kondisi tersebut bukan alasan untuk mengurangi dukungan kepada para pendekar muda.

Baca Juga: Said Iqbal Datangi APF Kendal, Cegah PHK dan Dorong Kebangkitan Industri Tekstil

“Meski anggaran kita terbatas, kami tetap berdoa dan memberikan dukungan kepada teman-teman atlet untuk berjuang sehingga bisa mencapai tujuan yang diharapkan,” kata Tommy.

Bagi Gus Tommy, pertandingan di Popda bukan sekadar persoalan menang atau kalah. Ketujuh atlet tersebut membawa nama sekolah, perguruan dan Kabupaten Kendal.

Karena itu, ia meminta para atlet tidak datang ke arena dengan rasa minder. Kepercayaan diri harus menjadi modal ketika berhadapan dengan lawan dari berbagai daerah.

“Yang paling utama adalah komunikasi harus bisa berjalan dengan baik dengan tim Kabupaten Kendal maupun pihak sekolah,” ujarnya.

Baca Juga: GBF 2026 Resmi Dibuka, Wabup Brebes Wurja: Bumiayu Paling Meriah

Ada satu pesan khusus yang disampaikan Gus Tommy kepada para atlet. Mereka diminta tidak terjebak dalam ambisi latihan berlebihan menjelang pertandingan.

Menurutnya, peningkatan teknik memang penting, tetapi kondisi tubuh justru harus menjadi perhatian utama.

“Jangan sampai karena terlalu fokus berlatih teknik, justru saat pertandingan kondisi tubuh tidak maksimal atau mengalami cedera,” pesannya.

IPSI Kendal juga memastikan tidak ada perbedaan perlakuan berdasarkan perguruan asal atlet. Selama telah terpilih menjadi bagian dari kontingen Kendal, seluruh atlet akan mendapat dukungan.

Baca Juga: Maksimalkan Potensi Zakat, Baznas Kabupaten Tegal Kukuhkan UPZ KUA

“Mau dari perguruan A, B, C, atau D, selama sudah menjadi bagian dari tim yang mewakili Kabupaten Kendal, kami akan memberikan dukungan semaksimal mungkin,” tegasnya.

Ketua Tim Pembinaan dan Prestasi IPSI Kendal, Muhammad Zaenuri, mengatakan tujuh atlet disiapkan untuk berlaga di Popda Jateng 2026.

Komposisinya terdiri dari dua atlet kategori SD, dua atlet SMP dan tiga atlet SMA.

Mereka dijadwalkan berangkat ke Semarang pada 2 September 2026. Setelah tiba, atlet akan melakukan persiapan sebelum menjalani pertandingan selama empat hari.

Baca Juga: Minim Fasilitas Disabilitas, Perpustakaan Kabupaten Tegal Mulai Berbenah

Target pun dipasang. IPSI Kendal membidik sedikitnya satu medali emas. Atlet lainnya diharapkan mampu menyumbangkan medali perak.

“Harapan kami tahun ini bisa meraih juara di kancah Jawa Tengah. Paling tidak target kami mendapatkan minimal satu juara satu atau emas, kemudian yang lain mendapatkan perak,” kata Zaenuri.

Kabid Olahraga Disporapar Kendal, Zen Yukri, mengapresiasi langkah IPSI yang tetap memberikan perhatian kepada atlet.

Menurutnya, kegiatan pelepasan tersebut penting untuk membangun semangat sebelum atlet menghadapi persaingan di tingkat Jawa Tengah.

Baca Juga: Watu Jaran, Situs Tua di Brebes yang Masih Menyimpan Tanya

“IPSI Kendal sangat luar biasa sekali dalam memperhatikan atlet Popda untuk persiapan tingkat Jateng,” ujar Zen.

Ia bahkan mengakui Disporapar Kendal belum menggelar pelepasan atlet karena keterbatasan anggaran.

“Di kami sendiri tidak mengadakan pelepasan karena keterbatasan anggaran. Ini pertama kali ada cabor yang mengundang kami untuk memberikan arahan dan semangat kepada para atletnya untuk berjuang di Popda Jateng,” katanya.

Bagi tujuh atlet tersebut, kini tantangan sesungguhnya berada di depan mata. Mereka tidak hanya dituntut mampu menguasai teknik, tetapi juga menjaga mental dan fisik hingga pertandingan.

Satu medali emas menjadi target. Namun di balik target itu, ada misi lebih besar: membuktikan bahwa keterbatasan dukungan bukan penghalang bagi atlet Kendal untuk berdiri di podium Jawa Tengah.**