Said Iqbal Datangi APF Kendal, Cegah PHK dan Dorong Kebangkitan Industri Tekstil

Jumat, 28 Agustus 2026 | 18.51
Kunjungan Penasehat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh di PT APF Kendal
Kunjungan Penasehat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh di PT APF Kendal (Edhot)

Said Iqbal mengunjungi PT APF Kendal untuk mencegah PHK dan mendorong restrukturisasi. APF dinilai strategis bagi kebangkitan industri tekstil nasional.

KENDAL,puskapik.com – Ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) menjadi perhatian serius dalam kunjungan Penasehat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, ke PT Asia Pacific Fiber (APF) di Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk mendeteksi lebih dini persoalan yang dihadapi perusahaan sekaligus memastikan operasional APF tetap berjalan. Pemerintah, kata Said Iqbal, tidak menginginkan persoalan operasional berujung pada penutupan perusahaan dan PHK pekerja.

“Ada dua tujuan saya datang ke sini. Pertama melakukan deteksi dini, early warning, memastikan operasional perusahaan APF ini berjalan sesuai dengan harapan pemerintah, negara, pengusaha dan buruh, serta terhindar dari PHK,” kata Said Iqbal.

Menurut dia, sejumlah regulasi di tingkat kementerian, termasuk yang berkaitan dengan Kementerian Keuangan dan lembaga terkait lainnya, turut berdampak terhadap operasional APF.

Baca Juga: GBF 2026 Resmi Dibuka, Wabup Brebes Wurja: Bumiayu Paling Meriah

Ia menilai APF merupakan perusahaan yang memiliki karakteristik khusus dan tidak mudah digantikan. Karena itu, keberlangsungan perusahaan dinilai perlu mendapat perhatian pemerintah.

“Kalau sampai PT APF yang sudah beroperasi empat tahun ini tidak diberi bantuan oleh pemerintah, diselamatkan operasionalnya, maka bisa saja terjadi penutupan perusahaan dan PHK. Ini yang kita tidak mau. Pemerintah tidak mau,” ujarnya.

Said Iqbal menyebut saat ini masih terdapat hampir 800 pekerja yang menggantungkan mata pencahariannya dari APF. Karena itu, persoalan perusahaan akan segera dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto.

“Saya akan lapor kepada Presiden, tentu berkoordinasi dengan Pak Menko dan pimpinan DPR RI untuk memastikan jangan sampai terjadi operasional yang terganggu di PT APF dan terhindar PHK,” katanya.

Baca Juga: Maksimalkan Potensi Zakat, Baznas Kabupaten Tegal Kukuhkan UPZ KUA

Selain mencegah PHK, Said Iqbal juga melihat peluang besar untuk mengembangkan APF menjadi bagian dari kebangkitan industri tekstil nasional.

Ia mengatakan APF memiliki posisi strategis karena bergerak dari sektor hulu, khususnya polyester, yang dapat dikembangkan hingga ke industri hilir seperti tekstil, garment, kain, hingga produk turunan lainnya.

Menurutnya, pengembangan industri dari hulu hingga hilir berpotensi menciptakan lapangan kerja dalam jumlah besar. Bahkan, berdasarkan pembahasan dengan pihak perusahaan, pengembangan ekosistem industri tersebut dalam lima tahun diperkirakan dapat menyerap hingga 500 ribu tenaga kerja.

“Kalau ini dihidupkan kembali dari hulu ke hilir, maka diperkirakan ratusan ribu orang akan terserap dalam lapangan kerja yang baru,” ujarnya.

Baca Juga: Minim Fasilitas Disabilitas, Perpustakaan Kabupaten Tegal Mulai Berbenah

Halaman 1 dari 3

Artikel Terkait