Dorong Ekonomi Regional, Pemprov Jateng Tetapkan Bakorwil sebagai Pusat Koordinasi Pelaku Ekonomi

Pemprov Jateng menetapkan Bakorwil Surakarta sebagai pusat koordinasi ekonomi Solo Raya untuk memperkuat kolaborasi lintas daerah dan sektor.
SURAKARTA, puskapik.com – Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi regional, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjadikan Bakorwil Surakarta sebagai pusat koordinasi pengembangan ekonomi kawasan Solo Raya.
Kebijakan tersebut disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat menghadiri Outlook Ekonomi Soloraya 2026 di The Sunan Hotel, Kota Surakarta, Rabu (4/2/2026).
Dengan begitu, Bakorwil akan menjadi ruang konsolidasi para pelaku ekonomi lintas daerah, lintas sektor, dan lintas pemangku kepentingan.
Baca Juga: Dana BGN Belum Cair, Sejumlah Dapur SPPG di Pekalongan Stop Operasi, Ribuan Siswa Terdampak
“Bakorwil kita manfaatkan sebagai pusat aglomerasi Solo Raya. Tidak perlu merepotkan bupati dan wali kota, cukup disatukan di satu tempat untuk menyamakan persepsi,” kata Luthfi.
Ia meminta seluruh unsur, mulai dari pemerintah daerah, Kadin, PHRI, Apindo, Hipmi, hingga akademisi, memanfaatkan Bakorwil sebagai pusat koordinasi.
Pemprov Jateng menargetkan Solo Raya menjadi pilot project pengembangan aglomerasi ekonomi yang nantinya direplikasi ke wilayah lain seperti Pekalongan Raya, Kedu Raya, dan Banyumas Raya.
Baca Juga: 48 Ribu Anak di Tegal Disasar Obat Cacing, Dinkes Kejar Tuntas POPM Bulan Ini
“Kita tidak mungkin maju sendiri-sendiri. Mungkin tidak sama cepat, tapi yang penting maju bersama,” tegas Luthfi.
Melalui upaya ini, lanjut dia, diharapkan bisa menggenjot potensi lintas daerah, memperkuat investasi, serta mengonsolidasikan kebijakan pembangunan antarkabupaten/kota. Sebab, pengembangan Solo Raya tidak bisa lagi dilakukan secara parsial dan terfragmentasi berdasarkan batas administratif, tapi perlu dilakukan secara bersama-sama.
Ditegaskan Luthfi, pemerintah provinsi berkewajiban menyatukan arah pembangunan agar kabupaten dan kota bergerak bersama sebagai satu kekuatan ekonomi.
Gubernur mengungkapkan, kekuatan Solo Raya tidak hanya pada industri, tetapi juga pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif. Oleh karenanya, kolaborasi berbagai sektor dinilai mampu menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah.
Ia menambahkan, Solo Raya juga memiliki puluhan perguruan tinggi yang dapat dilibatkan dalam pengembangan kawasan. “Akademisi kita gandeng. Potensi wilayah kita satukan. Inilah yang akan menjadi ekonomi baru Solo Raya,” katanya.
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surakarta, Ferry Septha Indrianto menyatakan, Solo Raya memiliki potensi besar untuk menyatukan kekuatan ekonomi kawasan secara kolektif
“Solo Raya memiliki sumber daya, budaya, dan aktivitas usaha yang kuat,” kata dia.
Artikel Terkait

Taj Yasin Apresiasi Peran Media Dongkrak Indeks Demokrasi di Jateng

Polres Kendal Tangkap Dua Begal Motor Pelajar SMP, Residivis Berpura-pura Jadi Polisi

Ngonthel di Prambanan Bersama 40 Negara, Duta Besar Jerman dan Belanda Sebut Magnet Baru Pariwisata
