Grebeg Suro Satukan Seniman dan Ribuan Warga Kendal

Senin, 29 Juni 2026 | 14.31
Suasana pembukaan kirab budaya grebeg suro di weleri kendal. (edhot)
Suasana pembukaan kirab budaya grebeg suro di weleri kendal. (edhot)

Grebeg Suro perdana di Weleri, Kendal, berlangsung meriah. Diikuti 120 kelompok seni, acara ini menjadi ajang pelestarian budaya sekaligus menggerakkan UMKM.

KENDAL, puskapik.com – Dentuman gamelan, langkah para seniman, dan kemeriahan warga memenuhi kawasan Weleri, Kabupaten Kendal, Sabtu malam.

Untuk pertama kalinya, tradisi Grebeg Suro hadir di Kabupaten Kendal dan langsung menjadi perhatian masyarakat.

Bukan sekadar pertunjukan budaya, Grebeg Suro menjadi ruang pertemuan bagi para pelaku seni, budayawan, masyarakat, serta pemerintah untuk bersama-sama menjaga warisan budaya daerah.

Baca Juga: Pemkab Kendal Tegaskan Peran Keluarga untuk Cetak Generasi Berkualitas

Sejak rangkaian kirab dimulai dari Taman Kota Weleri menuju Pendopo Kecamatan Weleri, ribuan warga telah memadati sepanjang jalan.

Mereka menyaksikan berbagai penampilan kesenian tradisional yang dibawakan oleh kelompok seni dari berbagai kecamatan.

Sebanyak 120 kelompok kesenian dan paguyuban reog ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Kehadiran mereka menghadirkan warna berbeda, memperlihatkan keberagaman seni tradisi yang masih hidup di Kabupaten Kendal.

Baca Juga: DWP Jateng Buka Dharma Daycare, Fasilitas Lengkap Tarif Bersahabat

Penggagas Grebeg Suro, Rizky Aritonang, menyebut pelaksanaan perdana ini menjadi momentum penting untuk mempertemukan para pelaku seni dalam satu kegiatan besar.

Menurutnya, antusiasme masyarakat yang hadir menunjukkan bahwa budaya tradisional masih memiliki tempat di tengah perkembangan zaman.

“Grebeg Suro yang pertama kali ada di Kabupaten Kendal bisa terselenggara dengan sukses. Antusiasme masyarakat sangat luar biasa, bahkan melebihi ekspektasi kami,” ujar Rizky.

Selain menjadi panggung bagi para seniman, kegiatan ini juga membawa dampak bagi masyarakat sekitar. Banyak pelaku UMKM memanfaatkan momen tersebut untuk menjajakan berbagai produk kepada pengunjung yang datang.

Rizky mengatakan, salah satu tujuan kegiatan tersebut adalah membuka ruang bagi ekonomi kreatif masyarakat.

“Kami ingin membantu UMKM lokal, menciptakan ekonomi kreatif, dan mendukung ekonomi kerakyatan. Alhamdulillah para pelaku UMKM merasakan manfaat karena dagangan mereka ramai dibeli pengunjung,” katanya.

Ia berharap Grebeg Suro dapat menjadi agenda budaya tahunan di Kabupaten Kendal. Menurutnya, keberadaan kegiatan budaya tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi sarana mengenalkan nilai tradisi kepada generasi berikutnya.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait