Gubernur Luthfi: Bawang Merah Brebes Tetap Diburu Negara Lain

Jumat, 8 Mei 2026 | 07.39
puskapik

Gubernur Jateng pastikan bawang merah Brebes tetap unggulan dan diminati pasar internasional, meski marak bawang impor, petani diminta tak khawatir.

BREBES, puskapik.com - Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meminta petani bawang merah di Kabupaten Brebes tidur khawatir terhadap maraknya peredaran bawang bombai mini di pasar tradisional.

Menurutnya, bawang merah Brebes tetap menjadi komoditas unggulan yang memiliki daya saing tinggi dan diburu hingga pasar luar negeri.

“Nggak usah khawatir, Brebes itu bawang merahnya justru yang dicari-cari sampai negara lain,” kata Ahmad Luthfi usai menghadiri acara Selapanan Bareng Gubernur untuk Percepatan Penanganan Kemiskinan Ekstrem dan Swasembada Pangan di Pendopo Kabupaten Brebes, Kamis (7/5/2026).

Baca Juga: Pemprov Jateng Fokus Benahi Kemiskinan dan Ketahanan Pangan di Brebes

Ia menegaskan, bawang merah asal Brebes hingga kini masih menjadi acuan pengembangan komoditas serupa di berbagai daerah.

Bahkan, kualitas bawang merah Brebes dinilai belum tergeser meskipun pasar mulai dibanjiri bawang bombai mini impor.

“Meskipun ada bawang merah yang lain tetapi Brebes masih menjadi prioritas utama. Ini masih menjadi potensi daerah yang harus kita kembangkan. Artinya bawang merah di tempat kita masih ditakuti daerah lain,” ujarnya.

Baca Juga: Gubernur Luthfi Peluk Siswi Miskin Brebes yang Menangis Bisa Sekolah Gratis

Dalam kesempatan itu, Ahmad Luthfi juga menegaskan bahwa sektor pertanian menjadi fokus utama pembangunan Jawa Tengah pada 2026, khususnya untuk mendukung program swasembada pangan nasional.

Kabupaten dan kota di Jawa Tengah diminta memetakan potensi wilayahnya agar mampu menopang ketahanan pangan nasional.

Kabupaten Brebes sendiri dikenal sebagai salah satu sentra produksi pangan terbesar di Jawa Tengah, terutama untuk komoditas padi dan bawang merah.

Baca Juga: Bawaslu Pemalang Gandeng ITB Adias Perkuat Pendidikan Politik dalam Pemilu 2029

“Tahun lalu Jawa Tengah dapat memproduksi padi sampai 9,4 juta ton dengan luas lahan 1,5 juta hektare. Tahun ini harus bisa minimal terpenuhi 10,5 juta ton gabah kering giling,” katanya.

Menurut Ahmad Luthfi, tantangan sektor pertanian tahun ini adalah ancaman musim kemarau panjang.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait