Jalan Licin Dikeluhkan Warga, Komisi C DPRD Kendal Sidak Pengerukan Tanah di Sepetek

Komisi C DPRD Kendal sidak lokasi pengerukan tanah di Jalan Sepetek. Lumpur yang mengotori jalan dinilai membahayakan pengguna dan rawan kecelakaan.
KENDAL, puskapik.com - Aktivitas pengerukan tanah di akses Jalan Sepetek Kaliwungu-Boja, Kabupaten Kendal menuai sorotan. Jalan yang dipenuhi ceceran lumpur dari truk pengangkut tanah dikeluhkan warga karena membahayakan pengguna jalan, terutama saat hujan turun.
Keluhan tersebut akhirnya ditindaklanjuti Komisi C DPRD Kendal dengan melakukan inspeksi mendadak ke lokasi pengerukan, jumat (22/5/2026).
Ketua Komisi C DPRD Kendal, Sisca Meritania tampak geram saat melihat langsung kondisi jalan yang licin dan dipenuhi lumpur.
Baca Juga: Refleksi Kebudayaan Hari Jadi ke-425 Kabupaten Tegal, Orang Desa Tak Merasakan Kemeriahan Hari Jadi
Bersama dinas terkait, ia menemukan belum adanya drainase yang memadai di area pengerukan sehingga material tanah mudah terbawa air hujan ke badan jalan.
Menurut Sisca, kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan karena berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas di jalur yang cukup padat dilalui masyarakat.
“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Jangan sampai aktivitas pengerukan justru membahayakan pengguna jalan,” tegasnya.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Kawasan Wisata Guci Tegal, Jumat 22 Mei 2026 Berpotensi Hujan Sore Hari
Ia meminta pengelola segera melakukan pembersihan jalan secara rutin dan membangun saluran drainase agar lumpur tidak terus meluber ke jalan raya.
Warga sekitar sebelumnya mengeluhkan kondisi akses Jalan Sepetek yang berubah licin dan kotor akibat intensitas kendaraan pengangkut tanah. Bahkan, beberapa pengendara disebut sempat terjatuh karena terpeleset di jalan berlumpur.
Pemilik lahan sekaligus pengelola Resto Duren Jati, Bambang Sukendro mengakui kondisi jalan sempat membahayakan warga.
Ia menyatakan pihaknya akan segera melakukan pembersihan dan perbaikan agar aktivitas pengerukan tidak mengganggu pengguna jalan.
“Ada warga yang jatuh karena kondisi jalan licin. Kami akan melakukan penanganan dan pembersihan,” ujarnya.
Komisi C DPRD Kendal memastikan akan terus memantau proses penanganan di lokasi tersebut agar aktivitas pengerukan tetap berjalan tanpa mengorbankan keselamatan masyarakat.


