Jateng Perkuat Sport Tourism Lewat Muria Trail Run 2026

Sabtu, 4 Juli 2026 | 11.38
puskapik

Muria Trail Run 2026 di Kudus targetkan 500 peserta. Event sport tourism ini melibatkan warga Rahtawu untuk menggerakkan ekonomi lokal sekaligus mengusung konservasi alam.

SEMARANG, puskapik.com — Gelaran Muria Trail Run 2026 di Desa Rahtawu, Kabupaten Kudus rencananya akan diselenggarakan pada 1-2 Agustus 2026.

Ratusan peserta sudah mendaftarkan diri untuk meramaikan ajang tahunan tersebut.

Untuk mempromosikan dan menyambut acara tersebut, panitia menggelar Road to Muria Trail Run di Stadion Jatidiri Kota Semarang pada Sabtu, 4 Juli 2026.

Baca Juga: 1.068 Ha Kawasan Pesisir Brebes Diterjang Abrasi, Menteri LH Aksi Tanam Mangrove

Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 100 pelari dari 13 komunitas lari dan trail run. Acara itu dibuka dan diikuti langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Sumarno.

Para peserta mengikuti fun run sejauh lima kilometer sebelum diperkenalkan lebih dekat dengan konsep dan pengalaman yang ditawarkan Muria Trail Run tahun ini.

Sumarno mengatakan, banyaknya penyelenggaraan trail run di berbagai daerah merupakan bagian dari upaya mengembangkan sport tourism (pariwisata olahraga) di Jawa Tengah.

Baca Juga: Kapolres Kendal Ajak IMM Jadi Mitra Ciptakan Kamtibmas di Kabupaten Kendal

"Kita penginnya nanti di seluruh Jawa Tengah ada event trail run. Ini bagian kita untuk pengembangan sport tourism di Jawa Tengah," kata Sumarno.

Ia juga mengajak komunitas lari untuk ikut meramaikan Muria Trail Run 2026 yang akan berlangsung bulan depan di lereng Gunung Muria.

Event Director Muria Trail Run 2026, Yuda Kristiawan, mengatakan Road to Muria Trail Run di Semarang merupakan rangkaian promosi setelah sebelumnya dua kali digelar di Kudus.

Melalui kegiatan ini, panitia ingin mengenalkan Muria Trail Run kepada komunitas lari di Semarang dan sekitarnya.

Menurutnya, Muria Trail Run tidak hanya menawarkan pengalaman berlari di alam, tetapi juga mengusung konsep Eco Green Sport Tourism dengan semangat Stride for Sustainability, yakni menggabungkan olahraga, pariwisata, dan kepedulian terhadap kelestarian kawasan lereng Gunung Muria.

"Event ini bukan sekadar lomba lari, tetapi juga mengangkat isu konservasi lingkungan. Kami ingin peserta menikmati keindahan Muria sekaligus ikut menjaga kelestarian alamnya," ujar Yuda.

Memasuki penyelenggaraan tahun kedua, panitia menargetkan lebih dari 500 peserta atau meningkat dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Hingga awal Juli, sekitar 80 persen kuota telah terisi, sementara pendaftaran masih dibuka hingga 18 Juli 2026.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait