Jejak Maestro Sri Murtono Dihidupkan Kembali, PSK Kendal Bawa Warisan Teater ke Generasi Pelajar

Selasa, 30 Juni 2026 | 12.36
Keluarga PSK Kaliwungu Kendal saat silaturahmi ke Yogyakart. dokumen
Keluarga PSK Kaliwungu Kendal saat silaturahmi ke Yogyakart. dokumen

PSK Kendal menyiapkan Festival Teater Pelajar 2026 Piala Sri Murtono. Kegiatan diawali ziarah ke makam pendiri ASDRAFI untuk merawat jejak teater Indonesia.

KENDAL, puskapik.com – Nama besar R. Sri Murtono kembali digaungkan melalui langkah Keluarga Pelataran Sastra Kaliwungu (PSK) Kabupaten Kendal yang tengah mempersiapkan Festival Teater Pelajar 2026 Piala Sri Murtono.

Bukan sekadar festival seni pertunjukan, kegiatan ini menjadi upaya merawat ingatan sejarah tentang sosok yang dikenal sebagai salah satu pelopor teater modern Indonesia sekaligus pendiri Akademi Seni Drama dan Film Indonesia (ASDRAFI).

Sebagai bentuk penghormatan, keluarga besar PSK melakukan perjalanan budaya ke Yogyakarta untuk menelusuri jejak Sri Murtono.

Baca Juga: Regrouping SD di Plantaran Kendal Picu Keresahan, Sekolah dan Orangtua Minta Kajian Ulang

Salah satu agenda utama yakni ziarah ke makam Sri Murtono di Pasareyan Pringgopadmopuspito, Makam Gajahan, Jalan Kusuma Negara, Yogyakarta, Sabtu (27/6/2026).

Perjalanan tersebut diawali dengan pencarian lokasi makam yang dilakukan oleh tim PSK bersama Mas Mahmud Alqadrian dan Nur Iswantara. Setelah berkoordinasi dengan juru kunci Makam Gajahan, Harsoyo, serta membuka kompleks makam keluarga Trah Pringgopadmopuspito, akhirnya ditemukan batu nisan bertuliskan R. Sri Moertono.

Bagi PSK, penemuan tersebut menjadi simbol penting bahwa perjalanan Festival Teater Pelajar 2026 tidak hanya berbicara tentang panggung dan pertunjukan, tetapi juga tentang mengenang perjuangan para tokoh yang membangun fondasi teater Indonesia.

Baca Juga: Relawan dan Karyawan SPPG di Brebes Gelar Aksi Dukung MBG Dilanjutkan, Ini Alasannya

Usai menemukan makam, rombongan PSK melanjutkan silaturahmi di Pendapa nDalem Pakuningratan Yogyakarta, bangunan bersejarah yang pernah menjadi tempat tumbuhnya ASDRAFI.

Dalam pertemuan itu, PSK memaparkan konsep Festival Teater Pelajar 2026 Piala Sri Murtono sekaligus menjalin komunikasi dengan keluarga besar alumni ASDRAFI dan Yayasan GRK Yogyakarta.

Salah satu pembahasan penting adalah menghidupkan kembali karya-karya Sri Murtono melalui naskah drama yang akan menjadi materi festival. Tidak hanya dibaca, karya tersebut diharapkan kembali hadir dalam bentuk pementasan yang melibatkan generasi muda.

Dari hasil diskusi bersama Dr. Drs. Nur Iswantara, M.Hum., penulis biografi Sri Murtono: Teater Tak Pernah Usai, PSK melakukan seleksi naskah karya Sri Murtono. Empat karya dipilih sebagai materi Festival Teater Pelajar 2026, yakni Ida, Letkol Polri Jarot, Malam Lebaran, dan Kampus Gembira Loka.

Sementara itu, naskah Wahyu Sasongko Jati ditetapkan untuk diproduksi dan dipentaskan oleh PSK sebagai bentuk apresiasi terhadap warisan karya Sri Murtono.

Presiden PSK Bahrul Ulum A. Malik mengatakan, festival tersebut menjadi ikhtiar untuk mempertemukan sejarah teater dengan generasi muda.

“Yang kami bawa bukan hanya nama Sri Murtono, tetapi juga semangat beliau dalam membangun dunia teater. Pelajar perlu mengenal bahwa ada tokoh besar yang menjadi bagian dari perjalanan seni pertunjukan Indonesia,” katanya.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait