Libatkan Alumni Tunarungu, Pelatihan Bandeng Cabut Duri di Kendal Jadi Ajang Pemberdayaan Disabilitas

DKP Kendal melatih penyandang tunarungu mengolah bandeng tanpa duri di SLB Kaliwungu untuk meningkatkan keterampilan, peluang usaha, dan ekonomi inklusif.
KENDAL, puskapik.com – Pelatihan pengolahan ikan bandeng tanpa duri yang digelar Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kendal di SLB ABC Kaliwungu tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan bagi penyandang disabilitas.
Dalam kegiatan tersebut, alumni SLB ABC Kaliwungu, khususnya penyandang tunarungu, turut dilibatkan bersama pelaku UMKM dan ibu rumah tangga untuk mempelajari teknik pengolahan bandeng cabut duri yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Dengan pendampingan dari narasumber yang merupakan pelaku usaha olahan bandeng berpengalaman, para peserta diajarkan cara mengenali posisi duri serta teknik mencabut duri secara tepat agar menghasilkan produk yang siap dipasarkan.
Baca Juga: Api dari Tungku Kayu Merambat ke Bangunan, Dapur Rumah di Kendal Ludes Terbakar
Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Para alumni tunarungu tampak fokus mengikuti setiap tahapan praktik.
Mereka menunjukkan kemampuan yang baik dalam proses pencabutan duri, mulai dari mengenali struktur ikan hingga teknik pengolahan yang membutuhkan ketelitian tinggi.
Salah satu alumni SLB ABC Kaliwungu, Riyan, mengaku senang mendapat kesempatan mengikuti pelatihan tersebut.
Baca Juga: Polisi di Kendal Bagikan Pupuk Organik Gratis dari Kotorang Kambing untuk Petani
Menurutnya, keterampilan baru yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk bekerja maupun membuka usaha secara mandiri.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP Kabupaten Kendal, Eko Priyo Nugroho, mengatakan keterlibatan penyandang disabilitas dalam pelatihan merupakan bagian dari upaya memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh masyarakat untuk mengembangkan kemampuan dan meningkatkan kesejahteraan.
Selain itu, kegiatan tersebut juga mendukung pengembangan produk olahan perikanan yang memiliki nilai tambah lebih tinggi dibandingkan menjual ikan dalam kondisi segar.
"Kabupaten Kendal memiliki potensi bandeng yang besar. Karena itu, kami mendorong masyarakat agar tidak hanya menjual hasil budidaya, tetapi juga mampu mengolahnya menjadi produk yang lebih bernilai," ujarnya.
Menurut Eko, produk bandeng tanpa duri saat ini memiliki pasar yang cukup luas karena lebih praktis dikonsumsi dan diminati berbagai kalangan. Bahkan sejumlah produk olahan bandeng binaan DKP telah dipasarkan di pusat oleh-oleh di wilayah Weleri.
Sementara itu, Pembina MUTA DKP Kabupaten Kendal, Marsela Darma Arumsari, menilai keterampilan mengolah bandeng cabut duri dapat membuka peluang usaha baru, baik bagi pelaku UMKM maupun masyarakat yang baru ingin memulai usaha.
Ia berharap ilmu yang diperoleh peserta tidak berhenti pada pelatihan semata, tetapi dapat dikembangkan menjadi usaha produktif yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan keluarga.


