Ramaikan Hari Jadi Jateng, Halaman Kantor Gubernur Jadi Pasar UMKM

Kamis, 20 Agustus 2026 | 16.19
puskapik

Lebih dari 100 UMKM ramaikan pameran Hari Jadi ke-81 Jateng di halaman Kantor Gubernur. Produk lokal dipamerkan sekaligus didorong naik kelas dan perluas pasar.

SEMARANG, puskapik.com - Halaman Kantor Gubernur dan DPRD Jawa Tengah berubah menjadi etalase besar ekonomi kerakyatan.

Lebih dari 100 tenant UMKM dari berbagai daerah memamerkan produk unggulan selama tiga hari, 20-22 Agustus 2026, dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah.

Tak hanya pelaku UMKM dari Jawa Tengah, pameran tersebut juga menghadirkan produk dari sejumlah provinsi lain, di antaranya Jawa Timur, Sumatera Barat, Banten, dan Lampung.

Baca Juga: Dibuka 4.817 Lowongan di Jobs Fair Hari Jadi Jateng, Buka Peluang Kerja Penyandang Disabilitas

Beragam produk dipamerkan, mulai dari kuliner, fesyen, kerajinan, makanan dan minuman, hingga produk kreatif.

Pameran ini bukan sekadar menjadi ruang promosi dan transaksi. Kegiatan tersebut menjadi gambaran besarnya potensi ekonomi kerakyatan yang tumbuh dari berbagai daerah sekaligus membuka ruang bagi pelaku usaha untuk memperluas pasar dan jejaring.

Selain stan UMKM, pameran juga diisi program dan produk dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Jateng, BUMD/BUMN, swasta, lembaga lainnya, serta sejumlah provinsi mitra yang telah menjalin kerja sama dengan Jawa Tengah.

Baca Juga: Museum Purbakala Buton di Brebes Mulai Ditata, Target Operasional Akhir September

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan UMKM merupakan salah satu penopang utama perekonomian daerah. Saat ini, jumlah UMKM di Jawa Tengah hampir mencapai 4,8 juta unit yang tersebar di 35 kabupaten/kota.

Menurut dia, besarnya jumlah UMKM tersebut menjadi peluang sekaligus tantangan bagi pemerintah untuk memastikan pelaku usaha mendapatkan pembinaan yang berkelanjutan. Dukungan diberikan mulai dari akses permodalan, pemasaran hingga penguatan kemasan produk.

“Kami ingin mereka bisa berdaya guna sehingga ekonomi kerakyatan bisa berkembang. Ini bagian dari pengembangan ekonomi berbasis desa dan kota,” kata Luthfi seusai Opening Ceremony Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah sekaligus meninjau pameran UMKM, Kamis, 20 Agustus 2026.

Luthfi menegaskan, pemerintah tidak ingin UMKM hanya bertahan sebagai usaha skala kecil. Pembinaan diarahkan agar pelaku usaha mampu meningkatkan kualitas, memperluas pasar, menciptakan lapangan kerja, dan pada akhirnya naik kelas.

Data Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah menunjukkan, pembinaan terhadap UMKM terus diperluas. Pada Triwulan I 2026, sebanyak 199.781 UMKM telah mendapatkan pembinaan, atau meningkat 1.001 UMKM dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

UMKM binaan tersebut juga memiliki dampak besar terhadap penyerapan tenaga kerja. Tercatat sekitar 1,38 juta tenaga kerja terserap melalui UMKM yang mendapatkan pembinaan.

Angka tersebut menunjukkan bahwa penguatan UMKM bukan hanya berkaitan dengan peningkatan omzet pelaku usaha, tetapi juga menyangkut keberlangsungan mata pencaharian masyarakat dan penciptaan lapangan pekerjaan.

Halaman 1 dari 3

Artikel Terkait