Restocking Ikan Digencarkan, Kendal Jaga Ketahanan Pangan dan Ekosistem Perairan

Rabu, 6 Mei 2026 | 12.37
Penebaran benih ikan di Dedsa Jerukgiling Kecamatan Kaliwungu Selatan. (edhot)
Penebaran benih ikan di Dedsa Jerukgiling Kecamatan Kaliwungu Selatan. (edhot)

Pemkab Kendal tebar 90 ribu benih ikan di perairan umum untuk jaga ekosistem, ketahanan pangan, dan tingkatkan ekonomi masyarakat.

KENDAL, puskapik.com — Pemerintah Kabupaten Kendal melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) kembali menggencarkan program restocking ikan sebagai langkah menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat.

Pada awal Mei 2026, sebanyak 90 ribu benih ikan ditebar di sejumlah perairan umum di wilayah Kendal.

Kegiatan ini menyasar berbagai lokasi seperti sungai, waduk, dan embung yang selama ini menjadi tumpuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan maupun sumber penghasilan.

Baca Juga: Korselting Listrik, Dua Rumah di Kaliwungu Kendal Ludes Terbakar

Restocking dilakukan sebagai upaya memulihkan populasi ikan yang menurun akibat tekanan penangkapan berlebih serta perubahan kondisi lingkungan.

Program penebaran benih ikan ini tidak sekadar kegiatan rutin, tetapi juga bagian dari strategi jangka panjang menjaga keseimbangan ekosistem perairan.

Jenis ikan yang ditebar antara lain ikan emas, nilem, dan mujair yang dikenal mampu beradaptasi dengan baik di perairan lokal serta memiliki nilai konsumsi tinggi.

DKP Kendal menilai, keberhasilan program ini sangat bergantung pada kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Baca Juga: Zonasi dan Minim Sekolah Negeri Jadi Kendala Akses Pendidikan di Kota Tegal

Oleh karena itu, warga di sekitar perairan diminta tidak melakukan praktik penangkapan ikan yang merusak, seperti menggunakan racun maupun aliran listrik.

“Perairan umum ini milik bersama, sehingga perlu dijaga bersama. Jika benih yang ditebar bisa tumbuh dengan baik, manfaatnya juga akan kembali ke masyarakat,” ungkap Kepala DKP Kendal, Hudi Sambodo.

Selain menjaga kelestarian sumber daya ikan, restocking juga diharapkan mampu meningkatkan gizi masyarakat melalui ketersediaan protein ikan yang lebih mudah diakses. Di sisi lain, keberlimpahan ikan di perairan umum juga berpotensi membuka peluang ekonomi baru bagi warga, khususnya nelayan darat.

Dikatakan Hudi, langkah ini menjadi semakin relevan di tengah ancaman perubahan iklim, seperti fenomena El Nino, yang berdampak pada penurunan produksi ikan di sejumlah daerah. Kondisi tersebut menuntut adanya intervensi nyata untuk menjaga populasi ikan tetap stabil.

“Dengan penebaran benih yang dilakukan secara berkala dan terarah, pemerintah daerah optimistis ekosistem perairan di Kendal dapat tetap terjaga. Ke depan, program restocking diharapkan tidak hanya menjadi solusi pemulihan, tetapi juga fondasi dalam pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan,” jelasnya.

Melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, perairan umum di Kendal diharapkan mampu menjadi sumber kehidupan yang terus memberi manfaat bagi generasi mendatang.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait