Tradisi Kurban Sultan di Kaliwungu Kendal, Sapi Jumbo Didatangkan dari Ponorogo

Rabu, 27 Mei 2026 | 13.20
Sapi jumbo dengan berat 1,2 ton sebelum disembelih. (edhot)
Sapi jumbo dengan berat 1,2 ton sebelum disembelih. (edhot)

Tradisi kurban Sultan di Kaliwungu kembali digelar. Sapi jumbo 1,2 ton dari Ponorogo jadi pusat perhatian dan dagingnya dibagikan kepada warga.

KENDAL, puskapik.com - Tradisi kurban unik kembali digelar warga Kampung Pandean Lamper, Desa Krajan Kulon, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal.

Seekor sapi jumbo berbobot 1,2 ton bernama “Sapu Jagad” menjadi pusat perhatian warga saat disembelih pada Rabu, 27 Mei 2026.

Sapi berukuran raksasa milik Muhammad Nurul Hidayat itu didatangkan langsung dari peternak di Ponorogo, Jawa Timur.

Baca Juga: Ada "Mick Jager" dan "Angus" di Momen Hari Raya Idul Adha Warga Huntara Tegal

Hewan kurban berukuran tidak biasa tersebut bahkan membutuhkan tenaga belasan orang hanya untuk merobohkannya sebelum proses penyembelihan dilakukan.

Proses penjinakan sapi jumbo itu sempat menegangkan. Saat percobaan pertama merobohkan sapi dilakukan, tali pengikat mendadak putus sehingga sejumlah warga yang menarik tali dari belakang hampir terjatuh dan celaka.

Beruntung, sapi bernama “Sapu Jagad” tidak mengamuk maupun melarikan diri meski sempat lepas dari ikatan.

Baca Juga: Bulog Tegal Genjot Distribusi Minyakita, Antisipasi Lonjakan Kebutuhan

Warga kemudian dengan sigap menenangkan sapi dan kembali mengikatnya sebelum proses penyembelihan dilanjutkan.

Setelah dilakukan dengan penuh kehati-hatian, sapi jumbo tersebut akhirnya berhasil dirobohkan dan disembelih dengan lancar.

Muhammad Nurul Hidayat mengatakan, berkurban sapi jumbo sudah menjadi tradisi keluarganya sejak tahun 2018. Setiap tahun dirinya sengaja mencari sapi berukuran besar untuk dijadikan hewan kurban.

“Alhamdulillah tahun ini masih bisa berkurban sapi jumbo dengan berat 1,2 ton yang dibeli dari Ponorogo, Jawa Timur. Harganya kurang dari Rp100 juta lah,” ujarnya.

Pemilik gerai telepon NN Seluler itu menuturkan, sapi kurban tersebut dikurbankan atas nama keluarga dan dagingnya akan dibagikan kepada warga sekitar serta kaum duafa.

Ia berharap ibadah kurban yang dilakukan dapat membawa manfaat bagi masyarakat dan menjadi berkah bagi lingkungan sekitar.

“Semoga bermanfaat bagi warga sekitar, insya Allah akan terus berkurban setiap tahun. Tahun depan hewan kurban yang lebih besar lagi,” pungkasnya. **

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait