Wamendikdasmen Minta MPLS di Kendal Jadi Awal Membangun Sekolah Aman dan Ramah Anak

Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq meminta MPLS 2026 di Kendal digelar edukatif, humanis, dan bebas perploncoan demi mewujudkan sekolah yang aman dan ramah anak.
KENDAL, puskapik.com – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq meminta seluruh sekolah melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) secara edukatif dan humanis.
Kegiatan yang dimulai serentak pada 13 Juli 2026 itu diharapkan menjadi langkah awal menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menghargai setiap peserta didik.
Pesan tersebut disampaikan Fajar saat meninjau kesiapan pelaksanaan MPLS di SMP Negeri 2 Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Rabu (8/7/2026).
Baca Juga: Menteri Kebudayaan Luncurkan Kalender Digital Jawa Purwa
Dalam kunjungan tersebut, ia juga mengevaluasi pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kabupaten Kendal.
Menurut Fajar, hasil pemantauan menunjukkan pelaksanaan SPMB di Jawa Tengah, termasuk di Kabupaten Kendal, berlangsung kondusif tanpa gejolak yang berarti.
Karena itu, perhatian pemerintah kini diarahkan pada kesiapan sekolah menyambut peserta didik baru melalui MPLS.
Baca Juga: Protes Seragam Sekolah, Wali Murid Bawa Pengacara ke Dindikpora Pemalang
"Saya meminta bupati dan seluruh kepala daerah ikut memantau pelaksanaan MPLS. Pastikan kegiatan ini berjalan sesuai aturan dan benar-benar menjadi proses pengenalan lingkungan sekolah bagi siswa baru," ujarnya.
Ia menegaskan, praktik-praktik yang tidak mendidik dalam MPLS tidak boleh lagi terjadi. Sebaliknya, sekolah harus menghadirkan suasana yang membuat peserta didik merasa diterima dan dihargai sejak hari pertama masuk sekolah.
"Sekolah harus menjadi rumah kedua bagi anak-anak. Mereka harus merasa aman, nyaman, dan mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan sejak awal," katanya.
Fajar menjelaskan, materi MPLS tahun ini tidak hanya mengenalkan tata tertib, fasilitas, serta budaya sekolah, tetapi juga memberikan pembekalan mengenai penguatan karakter dan etika bermedia sosial.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital menuntut siswa memiliki kemampuan menggunakan media sosial secara bertanggung jawab agar tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan maupun terlibat dalam penyebaran konten negatif.
"Banyak persoalan bermula dari media sosial. Karena itu siswa perlu dibekali literasi digital sejak awal agar mampu menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab," jelasnya.
Pelaksana Tugas Kepala SMP Negeri 2 Kaliwungu, Agus Suwanto, mengatakan sekolah telah menyusun rangkaian MPLS yang melibatkan berbagai unsur di luar sekolah agar materi yang diberikan lebih komprehensif.


