Warga Kendal Didorong Terapkan Nilai Kebangsaan dalam Keseharian

Anggota MPR RI Firnando Ganinduto mengajak warga Pagersari menerapkan nilai Pancasila dan Empat Pilar MPR RI dalam kehidupan sehari-hari.
KENDAL, puskapik.com - Pancasila kembali ditegaskan sebagai fondasi utama dalam memperkuat identitas bangsa Indonesia. Nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya dinilai tidak hanya menjadi dasar negara, tetapi juga pedoman hidup yang harus diterapkan dalam keseharian masyarakat.
Anggota MPR RI, Firnando H. Ganinduto, dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Tahap XII di Pagersari menegaskan, tantangan modernisasi dan globalisasi membuat masyarakat perlu memiliki pegangan moral yang kuat agar tidak kehilangan jati diri.
Dalam konteks itulah, Pancasila berperan sebagai arah sekaligus landasan dalam bersikap dan bertindak.
Baca Juga: BPI Latih Nelayan Batang Perbaiki Mesin Kapal, Bisa Hemat Jutaan Rupiah per Tahun
“Pancasila harus menjadi pedoman hidup kita. Karakter bangsa dibangun dari rumah, dari keluarga, lalu diperkuat di lingkungan masyarakat,” katanya.
Ia menjelaskan, penerapan nilai Pancasila dapat dimulai dari hal sederhana, seperti saling menghormati, gotong royong, menjunjung keadilan, serta menjaga persatuan. Menurutnya, nilai-nilai tersebut akan membentuk masyarakat yang harmonis dan berkepribadian kuat.
Firnando juga menekankan bahwa Empat Pilar MPR RI, Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika, harus dipahami secara utuh. Keempatnya, kata dia, saling berkaitan dalam menjaga keutuhan bangsa sekaligus membangun generasi yang berkarakter.
Baca Juga: BGN Satukan Persepsi Kepala Daerah Pantura Barat Jateng Soal MBG
Dalam sesi dialog, warga menyampaikan berbagai pandangan tentang pentingnya pendidikan karakter sejak dini, terutama di lingkungan keluarga. Beberapa tokoh masyarakat menilai penanaman nilai kebangsaan harus dimulai dari kebiasaan sehari-hari, seperti musyawarah, tolong-menolong, dan hidup rukun antarwarga.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Warga menyambut positif kegiatan ini karena dinilai memberikan pemahaman sekaligus motivasi untuk terus menjaga nilai persatuan di tingkat desa.



