Yuk, Mampir di Komunitas Kerabat Kopi Pemalang, Ternyata Pelanggan Bisa Bayar Seikhlasnya

Senin, 8 September 2025 | 07.10

PEMALANG, puskapik.com - Dimana-mana orang jualan pasti keinginannya mendapatkan keuntungan. Tapi, tidak bagi Komunitas Kerabat Kopi Ikhlas Pemalang. Komunitas yang beranggotakan lebih dari 50 pecinta...

PEMALANG, puskapik.com - Dimana-mana orang jualan pasti keinginannya mendapatkan keuntungan. Tapi, tidak bagi Komunitas Kerabat Kopi Ikhlas Pemalang. Komunitas yang beranggotakan lebih dari 50 pecinta kopi ini, menjual kopi dengan pelanggan membayar seikhlasnya. Unik memang komunitas satu ini. Biasanya, mereka mangkal tiap Minggu pagi di depan Stadion Mukhtar Pemalang. Mereka menggelar lapaknya dengan meja panjang dan terdapat beberapa peralatan meracik kopi. Tidak hanya satu lapak, tapi ada sekitar 5 lapak yang biasa mangkal di depan Stadion Mukhtar Pemalang. Lapak kopi ikhlas ini terlihat dari jalan raya tepatnya di pertigaan Sirandu. Spanduk besar yang menutupi bawah meja lapak bertuliskan Kopi Bayar Seikhlasnya.   Pada Minggu pagi 7 September 2025, lapak kopi ikhlas hanya satu lapak saja. Namun, ada beberapa pecinta kopi yang mangkal untuk sekadar menikmati atau ngobrol-ngobrol. Salah satu barista kopi ikhlas, Eko yang dengan sangat sopan menawarkan kopi yang diinginkan. Menu di kopi ikhlas bervariasi dari mulai kopi robusta, ekspresi, kopi susu dan kopi lainnya. Bagi Komunitas Kerabat Kopi Ikhlas, menjual kopi dengan membayar seikhlasnya merupakan bentuk edukasi terhadap masyarakat. "Banyak orang menganggap beli kopi di kafe itu mahal. Padahal tidak sesuai dengan kualitas kopinya," kata Eko sembari meracik kopi susu pesenan pembeli. Edukasi Pelanggan Selain menyadarkan masyarakat akan harga kopi yang tergolong terjangkau, Eko dan kerabat kopi ikhlas lainnya juga mengedukasi cara membuat kopi yang sehat. Kopi yang sehat itu dimulai dari kualitas kopinya, sehingga saat dikonsumsi juga tidak memberikan efek negatif terhadap tubuh. "Mohon maaf kalau kopi sachet itu sudah dicampur-campur. Bahkan, kopinya juga asal-asalan, makanya di lambung cepat naik," kata Eko. Eko menyajikan kopi untuk dijual dengan membayar seikhlasnya, diambilkan dari kopi yang berkualitas pertama. Ia menggunakan kopi asli Pemalang yang diambil dari Pulosari. Kopi ini masuk breeding 1 yang memiliki aroma khas. "Kita berasal dari para penikmat kopi. Prinsip kita kalau banyak yang penikmat kopi, maka kita untung. Kalau kita mengejar keuntungan, belum tentu mendapatkan penikmat kopi," kata Eko yang disinggung soal omzet penjualan kopi ikhlas ini. Eko juga menyampaikan banyak orang yang membayar seikhlasnya melebihi harga wajar. Ia menyebutkan orang membayar seikhlasnya antara Rp 5 ribu hingga Rp 50 ribu. Namun demikian, secara ekonomi membuka lapak kopi bayar seikhlasnya masih untung. "Kami tidak hanya jualan, tapi juga mengenalkan kepada masyarakat tentang kopi seperti ini," pungkasnya. ***

Artikel Terkait