Anggota DPR RI Shanty Alda Ungkap 75 Persen Sungai Tercemar

Minggu, 30 November 2025 | 03.41

BREBES, puskapik.com– Anggota Komisi XII DPR RI, Shanty Alda Nathalia, menyoroti kondisi lingkungan di Indonesia, khususnya pencemaran sungai dan air tanah. Hal itu disampaikan saat sosialisasi Progra...

BREBES, puskapik.com– Anggota Komisi XII DPR RI, Shanty Alda Nathalia, menyoroti kondisi lingkungan di Indonesia, khususnya pencemaran sungai dan air tanah. Hal itu disampaikan saat sosialisasi Program Infrastruktur Hijau di RM Kalisalak, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Sabtu, 29 November 2025. “Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup, 75 persen sungai tercemar. Setiap hari ada 14 ribu ton limbah tinja masuk ke sungai,” kata Shanty. Shanty Alda menambahkan, pencemaran tidak hanya merusak ekosistem, tapi juga berdampak langsung pada kesehatan. Mengutip data, Shanti Alda menyebut bahwa 50 dari 1.000 angka kematian akibat diare karena air tercemar. “Masalah ini tidak bisa diabaikan. Perubahan harus dimulai dari langkah konkret yang melibatkan pemerintah dan masyarakat,” kata Shanty. Salah satu langkah yang telah dilakukan adalah pembangunan IPAL pengolahan limbah tahu di Desa Mendala, Kecamatan Sirampog. Limbah kini diolah menjadi biogas, tidak dibuang ke sungai, berkat kerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup. “Perubahan bisa dimulai dari langkah kecil. Fasilitas harus dirawat dan dimanfaatkan agar berdampak positif bagi masyarakat sekitar,” tambah Shanty. Perwakilan Direktorat Jenderal Pengendalian dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) KLHK, Derta Yan Wijaya, menekankan, air adalah sumber kehidupan. “Upaya paling sederhana adalah tidak membuang sampah ke sungai, termasuk limbah tinja,” katanya. Brebes Darurat Sampah Sementara itu, Kabid Pengelolaan Sampah DLH Brebes, Andriyani, menyebut Brebes darurat sampah. Menurut Andriyani, pengelolaan harus dimulai dari rumah tangga atau desa melalui program BESTIE (Balai Edukasi Sampah Terintegrasi). "Partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan agar persoalan sampah di Brebes teratasi," ujarnya. Acara sosialisasi program instruktur Hijau ditutup dengan serahterima pembangunan IPAL kepada masyarakat Desa Mendala.***

Artikel Terkait