Patung Naga Cerek di Wisata Guci Tegal Hilang Tersapu Banjir, Pertanda Apa?

Patung Naga Cerek ikon wisata Guci hilang tersapu banjir bandang Sungai Gung. Peristiwa ini memicu beragam spekulasi dan cerita mistis.
SLAWI, puskapik.com - Patung naga di Taman Wisata Alam (TWA) Pancuran 13 obyek wisata Guci, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, hilang disapu banjir pada Sabtu 24 Januari 2026.
Patung Naga Cerek yang hanyut beserta Pancuran 13, Pancuran 5 dan tiga jembatan di Sungai Gung Guci itu, hingga kini belum ditemukan.
Kabat hilangnya patung naga dan patung guci di Pancuran 13, banyak dikaitkan dengan hal-hal mistis. Bahkan, banyak yang membuat meme tentang hilangnya Naga Cerek. Sebagian besar meme yang beredar menyinggung soal kerusakan alam di Guci.
Baca Juga: Butuh Penataan Wisata Guci, Bangunan Tepi Sungai Gung Hingga Pipa Air Panas
Salah satu akun tiktok Lutfi Alfurqon yang memunculkan video pernyataan juru kunci Guci, Mbah Dakon.
Dalam video yang ditonton puluhan ribu itu, Mbah Dakon menceritakan musibah banjir bandang di Sungai Gung Guci.
Mbah Dakon dengan nada tegas menjelaskan dulu tokoh agama dan masyarakat Bojong dan Bumijawa membuat mushola di seberang barat Sungai Gung untuk kegiatan peribadatan. Namun, kini telah berubah menjadi tempat WC.
Baca Juga: Pancuran 13 dan Pancuran 5 Luluh Lantak Diterjang Banjir Bandang, Tiga Jembatan Terputus
"Kyai Kilitik murka mushola dijadikan WC," kata Mbah Dakon.
Padahal, kata Mbah Dakon, mushola banyak manfaatnya, kenapa dibuat WC. Hal itu yang membuat Mbah Kyai Klitik atau Raden Aryo Wiryo, tidak terima, sehingga terjadilah bencana banjir bandang di Sungai Gung Guci.



