Dana BGN Belum Cair, Sejumlah Dapur SPPG di Pekalongan Stop Operasi, Ribuan Siswa Terdampak

Rabu, 4 Februari 2026 | 14.33
Siswa SD di Pekalongan
Siswa SD di Pekalongan

Sejumlah dapur SPPG di Kabupaten Pekalongan berhenti sementara akibat dana Program Makan Bergizi Gratis dari BGN belum cair.

“Sekarang satu tahun langsung. Awal tahun kita ajukan untuk satu tahun 2026. Prosesnya memang butuh waktu,” katanya.

Meski demikian, ia menyebut pihak sekolah penerima manfaat memahami kondisi tersebut. Dapur SPPG sendiri menerapkan sistem belanja bahan makanan harian, sehingga tidak ada stok tersisa saat operasional dihentikan. Namun, Rabu pagi sempat terjadi miskomunikasi pengiriman bahan.

“Ada tahu yang sudah terlanjur dikirim. Ya kita terima. Tahunya kita bagikan gratis ke warga sekitar,” ungkapnya.

Dari sisi keuangan, Sutriyanto menegaskan kondisi ini bukan kerugian besar, namun berdampak pada pemasukan yayasan dan kesejahteraan pekerja.

“Bukan rugi, tapi labanya berkurang. Uang sewa tidak masuk ke yayasan. Upah harian karyawan juga otomatis berhenti karena dapur tidak beroperasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, total terdapat tiga dapur SPPG di bawah pengelolaan yayasan, dan seluruhnya saat ini berhenti beroperasi. Kondisi serupa, menurutnya, juga dialami sejumlah SPPG di daerah lain.

“Ini bukan hanya di sini saja. Beberapa SPPG lain juga mengalami hal yang sama,” katanya.

Dampak penghentian sementara Program MBG juga dirasakan pihak sekolah. Kepala SD Negeri 01 Kulu, Lucia Prabawati, mengatakan pihak sekolah telah menerima pemberitahuan dari pengelola SPPG melalui grup pesan singkat.

“Informasinya kami terima sejak kemarin, lalu kami sampaikan ke orang tua siswa. Intinya MBG sementara berhenti menunggu info selanjutnya,” ujarnya.

Pihak sekolah pun mengimbau siswa untuk membawa bekal dari rumah dan tetap sarapan selama program MBG dihentikan sementara.

Halaman 2 dari 3

Artikel Terkait