Gencarkan Patroli Subuh, Polsek Kedungwuni Pekalongan Bubarkan Kerumunan Remaja dan Sita Petasan

Minggu, 22 Februari 2026 | 12.41
Polsek Kedungwuni bergerak  menyisir titik-titik rawan gangguan keamanan usai waktu subuh di Kedungwuni Pekalongan.
Polsek Kedungwuni bergerak  menyisir titik-titik rawan gangguan keamanan usai waktu subuh di Kedungwuni Pekalongan.

Polsek Kedungwuni gelar patroli subuh, bubarkan remaja main petasan dan sita enam petasan demi cegah balap liar serta perang sarung di Ramadan.

PEKALONGAN, puskapik.com - Polsek Kedungwuni bergerak  menyisir titik-titik rawan gangguan keamanan usai waktu subuh di wilayah hukumnya. Patroli ini dilakukan untuk mengantisipasi aksi balap liar, perang sarung, hingga peredaran petasan yang kerap meresahkan warga selama bulan Ramadhan.

Kegiatan pada Minggu (22/2/2026) ini, dipimpin langsung oleh Kapolsek Kedungwuni Iptu Amin, S.H. Petugas menyisir rute mulai dari Mapolsek Kedungwuni, Capgawen, Pekajangan, Ambokembang, Lapangan Bebekan, hingga wilayah Tangkil.

Iptu Amin mengungkapkan bahwa patroli ini merupakan respons atas laporan masyarakat terkait adanya kerumunan remaja yang melakukan aktivitas berbahaya setelah shalat subuh.

Baca Juga: Safari Ramadan Jadi Jembatan Harmoni Pemerintah dan Masyarakat Kendal

"Kami melaksanakan patroli Harkamtibmas untuk memastikan ketenangan warga saat menjalankan ibadah puasa. Pagi ini, kami menyisir lokasi-lokasi yang sering dijadikan tempat berkumpulnya pemuda, mulai dari Lapangan Bebekan hingga jalur desa Karangdowo," ujarnya saat dikonfirmasi.

Dalam patroli tersebut, petugas menemukan sejumlah pemuda yang asyik nongkrong sembari menyulut petasan di beberapa titik jalur desa. Polisi langsung mengambil tindakan tegas dengan membubarkan kerumunan tersebut untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Tak hanya membubarkan massa, petugas juga melakukan penggeledahan dan berhasil mengamankan barang bukti berupa petasan dari tangan para remaja.

"Anggota di lapangan membubarkan tongkrongan remaja yang kedapatan bermain petasan. Kami mengamankan enam buah petasan berbagai ukuran sebagai hasil sitaan untuk dimusnahkan agar tidak membahayakan diri mereka sendiri maupun orang lain," tegas Iptu Amin.

Selain masalah petasan, Iptu Amin memberikan imbauan keras kepada para pemuda yang ditemui di jalanan terkait tren perang sarung dan balap liar yang kerap memakan korban jiwa.

"Kami berikan pembinaan di tempat. Kami ingatkan bahwa perang sarung bukan lagi sekadar candaan, tapi bisa mengarah ke tindak pidana jika ada yang terluka. Begitu juga dengan balap liar yang sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan lain," tambahnya.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait