Titik Nol Kota Brebes, Tugu Bersejarah yang Makin Terlupakan
Selasa, 30 September 2025 | 21.01

BREBES, puskapik.com - Sebagai kabupaten yang terletak di ujung barat Provinsi Jawa Tengah, Brebes memiliki banyak cerita sejarah dan kekayaan budaya yang menarik untuk di gali. Namun di tengah pesatn...
BREBES, puskapik.com - Sebagai kabupaten yang terletak di ujung barat Provinsi Jawa Tengah, Brebes memiliki banyak cerita sejarah dan kekayaan budaya yang menarik untuk di gali. Namun di tengah pesatnya pembangunan dan modernisasi, ada satu simbol penting yang kini perlahan mulai terlupakan. Yakni, Titik Nol Kilometer Kota Brebes.
Di kota-kota lain, titik nol kilometer ini bukan sekedar penanda geografis. Tetapi, merupakan simbol dari pusat peradaban kota. Dari titik ini, menjadi awal di mana semua jarak di ukur. Hampir semua kota besar di Indonesia, memiliki titik nol kilometer yang terawat. Bahkan, kini menjadi landmark yang memanggakan. Sebut saja di Yogyakarta, Jakarta, hingga Sabang di ujung barat Indonesia.
Namun kondisi terbalik terjadi di Brebes. Titik nol kilometer Brebes, kini tampak tak lagi diperhatikan. Tak ada plakat yang mencolok, tak ada penanda visual yang menunjukkan bahwa inilah awalnya. Masyarakat pun banyak yang tak tahu keberadaannya, bahkan mungkin belum pernah mendengar soal titik nol Brebes.
Lokasi Titik Nol Brebes
Dari penelurusan tim puskapik.com, titik nol kilometer Kota Brebes ini, terletak di sekitar kawasan Alun-Alun Brebes. Tepatnya, di seberang barat Alun-Alun Brebes, di tepi jalur pantura Kota Brebes. Atau lebih tepatnya lagi, di sebelah barat Kantor Pos Brebes. Titik nol kilometer yang berupa patok ini, berdiri di sisi barat deretan toko-toko lama, bergaya arsitektur campuran Tionghoa dan kolonial.
Seperti sudah menjadi pakem penempatan titik nol kilometer sebuah kota yang berdekatan dengan kantor pos. Titik nol kilometer Brebes ini, juga berada di dekat Kantor Pos. Di Tugu nol kilometer Brebes ini, tertulis angka 177 dan 76. Angka ini, merupakan penanda jarak Kota Brebes ke dua kota besar pada masa kolonial.
Yaitu, Kota Semarang berajrak 177 Kilometer dan Cirebon berjarak 76 KM. Namun kini tulisan itu sudah memudar. Keadaan ini berbeda dengan kota-kota lain, yang merawat titik nol kilometer denan baik. Bahkan, menjadi landmark kota sekaligus destinasi wisata yang menarik.
Mengapa Titik Nol Kilometer Penting
Titik nol bukan hanya tentang angka nol di peta. Patok ini memiliki makna filosofis sebagai permulaan atau tempat di mulainya langkah-langkah besar dalam pembangunan sebuah kota. Kehadirannya bisa membentuk identitas dan rasa memiliki masyarakat terhadap kotanya sendiri.
Bagi generasi muda, titik nol kolometer bisa menjadi pengingat bahwa setiap kemajuan berakar dari sejarah. Kehilangan atau melupakan titik nol sama saja dengan mengabaikan narasi awal dari kota yang kini mereka tinggali. Jika akar sudah tidak dikenali, bagaimana mungkin pohon peradaban bisa tumbuh kokoh.
Keberadaan titik nol kilometer Brebes yang makin tergusur dan nyarih hilang itu, sempat menjadi sorotan masyarakat di media sosial. Bahkan, ada juga yang mempertanyakan apakah Brebes punya titik nol. Dalam akun facebook Pesona Ketanggunga terjawab jika Brebes juga mempunyai titik nol kilometer.
"Jawabane: Brebes duwe," tulis admin Pesona Ketanggungan dengan melampirkan foto titik nol Brebes yang nampak tidak terawat.
Melalui media sosial itu, banyak masyarakat Brebes yang berharap titik nol kilometer mendapat sentuhan. Sehingga bisa menjadi landmark, sekaligus destinasi wisata. "Sayang ga ke urus ya, pdhl bisa jadi bahan pengetahuan buat anak anak," tulis akun Dins Stretfire dalam komentarnya. **
Artikel Terkait

Tingkatkan Kualitas Layanan Mudik, Sikap Tampang Anggota Polres Pekalongan Diperiksa Ketat

Jelang Lebaran, Plt. Bupati Pekalongan Sukirman Pimpin Apel Operasi Ketupat Candi 2026

TMMD Sengkuyung I 2026 di Paninggaran Ditutup, Plt. Bupati Pekalongan Minta Infrastruktur Dijaga Bersama
