Bunga Wijayakusuma Keraton Simbol Penobatan Raja Jawa Mekar di Pemalang

Bunga Wijayakusuma Keraton, simbol penobatan raja-raja Jawa, mekar di Pemalang saat bulan Suro. Momen langka ini menjadi upaya pelestarian warisan budaya Jawa.
PEMALANG, puskapik.com – Bunga Wijayakusuma Keraton yang dikenal menjadi salah satu syarat ritual penobatan raja-raja Jawa bermekaran di Kabupaten Pemalang saat bulan Suro.
Momen langka itu terjadi di kebun Sastrajendra Gallery Tosan Aji & Botani milik K.R.T. Heppy Nugrahadiprojo di Desa Cibelok, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, Kamis malam 25 Juni 2026.
"Kami beruntung bisa menyaksikan bunga ini mekar, karena memang langka. Nanti masih bisa mekar lagi, warnanya putih." tutur Heppy sambil menunjukan Bunga Wijayakusuma yang mekar.
Heppy sendiri berhasil mendapatkan bibit Bunga Wijayakusuma tersebut dari hasil cangkok pohon indukan yang tumbuh di Pulau Majeti, sebuah pulau karang di sisi selatan Pulau Nusakambangan, Cilacap.
Ia menerangkan, Bunga Wijayakusuma keraton yang memiliki nama latin Pisonia Grandis Var Silveltris ini berbeda dengan Wijayakusuma yang banyak dikenal masyarakat sebagai tanaman hias.
"Kalau yang banyak masyarakat kenal itu Wijayakusuma yang nama latinnya Epiphyllum oxypetalum, jenis kaktus dari Mexico." kata Heppy Nugrahadiprojo.
Baca Juga: Bupati Tegal Rotasi 7 Pejabat Eselon II, Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan, Ini Daftarnya
Heppy yang juga Pembina Komunitas Taji Kalang (Tosan Aji Kabupaten Pemalang) itu mengaku merasa sangat beruntung bisa menyaksikan Bunga Wijayakusuma Keraton di kebunnya bermekaran.
Hal itu mengingat Wijayakusuma Keraton merupakan pohon keramat bagi masyarakat Jawa dan menjadi syarat atau simbol legalitas dalam penobatan raja-raja di Jawa.
"Bunga ini syarat penobatan raja-raja Mataram. Sejarahnya dulu Sunan Amangkurat II mengutus Ki Pranantaka memetik Wijayakusuma Keraton sebagai lambang wahyu keprabon." jelasnya.
Selama beberapa tahun terakhir, Heppy Nugrahadiprojo juga terus berupaya melestarikan Bunga Wijayakusuma Keraton dengan cara membudidayakannya melalui teknik cangkok.
Pelestarian Bunga Wijayakusuma Keraton, kata dia, penting dilakukan agar generasi mendatang di tanah Jawa tetap mengenal jejak tradisi dan filosofi yang melekat di dalamnya. **


