Bupati Pemalang Gagas Konsep SOUL untuk Transformasi Birokrasi, Ini Maknanya

Minggu, 4 Januari 2026 | 19.42
puskapik

Birokrasi diminta hadir untuk semua lapisan masyarakat, bukan hanya untuk kelompok tertentu. Jabatan tidak hanya melayani yang dekat, tetapi melayani semua lapisan masyarakat.

PEMALANG, puskapik.com – Pemerintah Kabupaten Pemalang menegaskan arah baru transformasi birokrasi melalui penerapan konsep operasional SOUL (Speed, Organize, Universal, Linkage).

Hal itu diungkapkan langsung oleh Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, dalam sambutannya saat melantik ratusan pejabat di Pendopo Kantor Bupati Pemalang, Jumat 2 Januari 2026.

Bupati Anom Widiyantoro menyebut SOUL sebagai “jiwa organisasi pemerintahan yang baru” yang diharapkan menjadi fondasi perilaku birokrasi Kabupaten Pemalang dalam melayani masyarakat.

Baca Juga: Liga 4 Jateng Resmi Dimulai, PSIP vs PERSIBAS Jadi Laga Pembuka

Dalam paparannya, ia menerangkan bahwa speed atau kecepatan bukan sekadar bergerak cepat, tetapi cepat dengan ketepatan dan tanggung jawab dalam setiap proses kebijakan.

“Kecepatan dalam merespon, memutuskan, dan mengeksekusi kebijakan; bukan tergesa-gesa, tetapi cepat dengan ketepatan." terang Anom Widiyantoro.

"Hari ini masyarakat tidak menunggu penjelasan panjang, mereka menunggu pelayanan yang nyata,” imbuhnya.

Anom Widiyantoro menegaskan, bahwa standar birokrasi modern saat ini diukur dari kecepatan eksekusi pelayanan yang dirasakan langsung oleh publik.

Baca Juga: Ketua NasDem Pemalang Soroti Kualitas Demokrasi, Sepakat Pilkada Lewat DPRD

Kemudian Organize (Keteraturan dan Keterpaduan), bupati menyoroti pentingnya koordinasi dan integrasi antarlembaga di internal Pemerintah Kabupaten Pemalang.

Menurut Anom Widiyantoro, pola kerja sektoral dan ego organisasi sudah tidak relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Setiap unit kerja harus terorganisir, berkoordinasi, dan saling menguatkan. Tidak ada ruang bagi silo, ego sektoral, atau persaingan tidak sehat." jelas Anom Widiyantoro.

"Organisasi berjalan kuat apabila struktur, fungsi, dan komunikasi berada pada satu garis yang utuh,” tegasnya.

Sementara itu untuk Universal (Berpikir Luas, Menjangkau Semua), Anom Wodoyantoro menekankan bahwa pejabat Pemalang harus memiliki perspektif pelayanan yang inklusif dan menyeluruh.

Birokrasi diminta hadir untuk semua lapisan masyarakat, bukan hanya untuk kelompok tertentu. Ia tegaskan, jabatan tak hanya melayani yang dekat, tetapi melayani semua lapisan masyarakat.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait