Evakuasi Jasad Pendaki Gunung Slamet Syafiq Ridhan Ali Razan Dilanjutkan

Evakuasi jasad pendaki Gunung Slamet, Syafiq Ridhan Ali Razan, dilanjutkan Kamis pagi usai tertunda badai; penurunan dilakukan estafet.
PEMALANG, puskapik.com – Setelah sempat tertunda lantaran terkendala hujan badai, proses evakuasi jasad pendaki asal Magelang, Syafiq Ridhan Ali Razan (18) yang meninggal dunia di Gunung Slamet dilanjutkan pagi ini, Kamis 15 Januari 2026.
Sejak pukul 05.00 WIB, tim evakuasi telah bergerak menuju lokasi ditemukannya jasad korban, tepatnya di antara jalur Gunung Malang dan Baturraden, area Watu Langgar.
"Tim sudah menaikkan jasad korban, sekarang menuju jalur Dipajaya, nanti masuk ke Pos 9 Plawangan Dipajaya," kata Handhika, Unit Siaga SAR Basarnas Pemalang kepada puskapik.com di Basecamp Dipajaya.
Baca Juga: Evakuasi Jenazah Pendaki Gunung Slamet Syafiq Terkendala Cuaca Buruk
Dalam proses evakuasi ini, penurunan jenazah korban direncanakan dilakukan secara estafet guna mempercepat dan mempermudah proses hingga tiba di Pos Pendakian Dipajaya, Desa Clekatakan.
"Karena ini medannya cukup panjang, jadi kita butuh stamina teman-teman agar tidak terkuras, kita taruh personil di pos-pos," terang Handhika.
Handhika memperkirakan proses membawa jasad korban turun hingga ke Basecamp Pendakian Dipajaya akan memakan waktu cukup lama. Bahkan bisa memakan waktu 10 jam lamanya.
Baca Juga: Pendaki Syafiq Ridhan Ali Razan di Gunung Slamet Ditemukan Meninggal Dunia
"Perkiraan kalau normal sebetulnya 6 jam, tapi karena kita membawa beban jadi membutuhkan waktu 9 sampai 10 jam." ungkap Handhika.
Sebelumnya diberitakan, Syafiq Ridhan Ali Razan hilang saat melakukan pendakian tektok di Gunung Slamet via Dipajaya, Pemalang, akhirnya ditemukan Tim SAR dalam kondisi meninggal dunia.



