Ombak Tinggi Lumpuhkan Aktivitas Nelayan di Pemalang

Cuaca ekstrem di Pemalang membuat ratusan kapal nelayan bersandar. Ombak tinggi dan angin kencang memaksa nelayan tak melaut demi keselamatan.
Sejumlah Kapal Hancur Dihempas Ombak
Sementara itu, Ketua DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Pemalang, Abul Hasan, membenarkan, cuaca ekstrem sangat berdampak terhadap aktivitas nelayan.
Baca Juga: Peduli Bencana Tanah Bergerak di Padasari, Siswa MI Maarif NU Kertayasa Tegal Galang Donasi
"Kondisi laut masih belum stabil, ombak tinggi, kecepatan angin masih diatas 10 knot," ujar Abul Hasan kepada puskapik.com.
Abul Hasan menyebut, dari lebih dari seribu kapal nelayan yang tersebar di pelabuhan-pelabuhan se-Kabupaten Pemalang, saat ini hanya sekitar 20 persen yang masih aktif melaut.
Selain gelombang tinggi dan angin kencang, cuaca ekstrem juga menyebabkan pendangkalan muara akibat aliran sungai dari wilayah selatan yang membawa sedimen lumpur.
Baca Juga: Luar Biasa, Atlet Muda Biliard Asal Kabupaten Tegal Juara Carabao Junior International Open 2026
Kondisi itu memperbesar risiko kecelakaan kapal saat keluar masuk pelabuhan. Beberapa kapal yang memaksakan diri untuk melaut dilaporkan mengalami kecelakaan.
"Sejauh ini laporan kecelakaan kapal yang kami terima di Tanjungsari Sugihwaras 1 kapal, Asemdoyong 4 kapal, Mojo 3 kapal." tuturnya.
HNSI mengimbau seluruh nelayan agar tak nekat melaut selama bendera hitam masih berkibar di dermaga, demi menjaga keselamatan nelayan dan mencegah kerugian materil yang lebih besar. **



