Pemalang Catat Kasus DBD Tertinggi Sejak 2022

Kamis, 22 Januari 2026 | 12.17
Ilustrasi fogging pembasmian sarang nyamuk
Ilustrasi fogging pembasmian sarang nyamuk

Pemalang catat 116 kasus DBD sepanjang 2025, tertinggi sejak 2022, dipicu kemarau basah dan genangan air, tapi tak ada pasien meninggal.

PEMALANG, puskapik.com – Jumlah kasus Demam Berdarah Dengue atau DBD di Kabupaten Pemalang terus menunjukan tren peningkatan dalam empat tahun terakhir.

Bahkan Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pemalang mencatat, sepanjang tahun 2025 terdapat 116 kasus DBD dan menjadi jumlah tertinggi sejak 2022.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Pemalang, dr Tetie Aida Wati, memyebut, kenaikan kasus DBD dipengaruhi sejumlah faktor.

Baca Juga: Drama Tambahan Waktu Gugurkan PSIP Pemalang di Penyisihan Liga 4 Jateng

Salah satunya kondisi cuaca. Sepanjang 2025, meski memasuki musim kemarau, hujan masih kerap terjadi di sejumlah wilayah, terutama kawasan perkotaan.

“Kemarau basah menyebabkan banyak genangan air yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, sehingga kasus DBD tahun kemarin meningkat,” kata Tetie Aida Wati, belum lama ini.

Sementara itu, Kepala Seksi P2P Dinkes Pemalang menyebutkan, dari total 116 kasus DBD, jumlah terbanyak terjadi di Kecamatan Pemalang dan Taman, masing-masing sebanyak 26 kasus.

Baca Juga: Sudah Lengkap Sejak 2022, Mengapa Pemekaran Brebes Selatan Tak Kunjung Dibahas di Provinsi?

Kemudian Kecamatan Petarukan turut menjadi wilayah yang banyak ditemukan kasus DBD. Tercatat ada 20 kasus DBD di Kecamatan Petarukan.

Secara statistik, jumlah kasus DBD pada 2025 mengalami kenaikan sebesar 31,04 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencatatkan 83 kasus.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait