Pemerintah Pulihkan Psikologis Anak Pascabanjir Bandang di Pulosari Pemalang

Pemkab Pemalang pulihkan psikologis anak-anak korban banjir bandang Pulosari melalui kegiatan trauma healing di sekolah dan pengungsian.
Dalam kegiatan trauma healing, anak-anak diajak mengikuti berbagai aktivitas menyenangkan seperti mendongeng, bermain, menyanyi, membaca cerita, hingga menonton film tiga dimensi.
Metode itu dipilih untuk menciptakan suasana ceria sekaligus mengalihkan ingatan anak-anak dari pengalaman traumatis akibat banjir.
"Kita pancing agar anak-anak ikut aktif berpartisipasi, bergiliran, tampil menyanyi di depan." tutur Edi Sutriyono.
Diungkapkan Edi Sutriyono, pada pelaksanaan awal di Gedung NU Pulosari, kondisi psikologis anak-anak masih terlihat tertekan. Mereka tampak kurang antusias saat kegiatan dimulai.
"Waktu itu kita bagikan makanan saja enggak antusias. Tapi begitu bermain, menonton film tiga dimensi, mereka antusias sekali," tutur Edi Sutriyono.
"Kita ajak mereka bergurau dan main tebak-tebakan." imbuhnya.
Trauma healing diharapkan membantu memulihkan kondisi mental dan emosional anak-anak korban banjir bandang agar kembali ceria dan bersemangat menjalani aktivitas sehari-hari.
Sementara itu, proses pemulihan pascabencana di wilayah Pulosari dan Moga menunjukkan perkembangan yang cukup positif.
Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Pemalang per Senin malam 2 Februari 2026 pukul 21.00 WIB, jumlah pengungsi tersisa 135 jiwa. Beberapa warga sudah kembali ke rumah masing-masing.
Untuk kondisi lingkungan, sekitar 80 persen akses jalan di lokasi terdampak banjir bandang kini sudah dapat dilalui kendaraan. Aktivitas masyarakat pun mulai berangsur normal.



