Pendapatan Pemalang Lampaui Target, APBD 2025 Catat Surplus Rp10,2 Miliar

Pendapatan Pemalang 2025 melampaui target mencapai Rp2,812 triliun. APBD mencatat surplus Rp10,2 miliar dan kembali meraih opini WTP dari BPK untuk ke-9 kali.
PEMALANG, puskapik.com – Di tengah berbagai tantangan fiskal, Pemerintah Kabupaten Pemalang berhasil merealisasikan pendapatan daerah sebesar Rp2,812 triliun atau melampaui target yang ditetapkan dalam APBD 2025.
Capaian tersebut disampaikan Wakil Bupati Pemalang, Nurkholes, saat membacakan Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025 dalam rapat paripurna DPRD Pemalang, Senin 29 Juni 2026.
Dalam penyampaiannya, Nurkholes memaparkan ringkasan laporan keuangan pemerintah daerah yang telah disusun sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan.
Baca Juga: Sendratari 'Banyu Panguripan' Angkat Kearifan Lokal Pemalang di Panggung TMII Jakarta
Dari sisi pendapatan, realisasi Pendapatan Daerah Tahun Anggaran 2025 mencapai Rp2,812 triliun atau 100,27 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp2,805 triliun.
Capaian tersebut naik 2,08 persen dibandingkan realisasi pendapatan tahun 2024 yang sebesar Rp2,755 triliun.
Sementara itu, realisasi belanja daerah tercatat sebesar Rp2,364 triliun atau 95,25 persen dari anggaran yang ditetapkan sebesar Rp2,482 triliun.
Baca Juga: Si Peran Kasda Hadir, Pelaporan Keuangan di Kota Tegal Lebih Cepat
Angka tersebut meningkat tipis 0,27 persen dibandingkan realisasi belanja tahun 2024 yang mencapai Rp2,358 triliun.
Pada pos transfer, realisasi Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp437,922 miliar atau 96 persen dari anggaran sebesar Rp456,178 miliar. Realisasi transfer tersebut turun 0,32 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp439,333 miliar.
Nurkholes menjelaskan, berdasarkan perhitungan pendapatan, belanja dan transfer daerah, realisasi APBD Tahun Anggaran 2025 menghasilkan surplus sebesar Rp10,258 miliar. Capaian tersebut berbeda dengan kondisi yang dianggarkan, yakni defisit sebesar Rp133,370 miliar.
Untuk pembiayaan daerah, realisasi pembiayaan neto mencapai surplus Rp133,370 miliar atau 100 persen dari target yang telah ditetapkan dalam APBD.
Adapun Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) Tahun Anggaran 2025 tercatat sebesar Rp143,629 miliar.
Nilai tersebut mengalami penurunan 0,58 persen dibandingkan SILPA tahun 2024 yang mencapai Rp144,470 miliar.
Dalam kesempatan itu, Nurkholes menyampaikan bahwa angka-angka tersebut merupakan materi inti Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 yang diajukan kepada DPRD untuk dibahas sesuai mekanisme yang berlaku.


