Penguatan Ketahanan Ekonomi Petani, Untidar Gandeng PT Bayer Indonesia Dorong Diversifikasi Produk Pertanian

Universitas Tidar dan PT Bayer Indonesia mendampingi petani Desa Penakiran, Pemalang, meningkatkan nilai tambah hasil panen dan ketahanan ekonomi pascalongsor Gunung Slamet.
PEMALANG, puskapik.com – Universitas Tidar (Untidar) bekerja sama dengan PT Bayer Indonesia menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk "Penguatan Ketahanan Ekonomi Petani melalui Diversifikasi Produk Pertanian Pascabencana Alam Longsor Gunung Slamet" di Desa Penakiran, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, pada 17 Juli 2026.
Kegiatan yang diikuti oleh 25 perwakilan kelompok tani ini bertujuan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat melalui peningkatan kapasitas petani dalam mengembangkan produk pertanian bernilai tambah serta meningkatkan kualitas budidaya hortikultura pascabencana.
Ketua Tim Pengabdian, Syifaur Rahmah, S.E., M.Ec.Dev., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal Universitas Tidar dalam mendampingi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan melalui pemanfaatan potensi lokal.
Baca Juga: Wagub Jateng Ajak Kampus Terlibat Atasi Ancaman Bencana
Tim pengabdian juga terdiri atas Muhammad Yusuf Rangkuti, S.H., M.H., Fauziah Eka Permadani, S.E., M.E., Ghiyats Furqan Dewantara, S.E., M.Sc., Fara Yunia Damayanti, dan Hamida Aulia.
Kegiatan menghadirkan dua narasumber. Muhammad Yusuf Rangkuti, S.H., M.H. menyampaikan materi mengenai strategi diversifikasi produk pertanian berbasis potensi daerah untuk meningkatkan nilai tambah hasil panen.
Selanjutnya, Zumrotul Hidayah, S.P., selaku Field Assistant PT Bayer Indonesia, memberikan edukasi mengenai identifikasi serta pengendalian hama dan penyakit pada tanaman hortikultura.
Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta mengenai pengendalian hama, peluang usaha produk olahan, hingga strategi pemasaran hasil pertanian.
Antusiasme peserta menunjukkan tingginya kebutuhan petani akan pendampingan yang tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada pengembangan usaha berbasis potensi lokal.
Baca Juga: Puluhan Atlet Disabilitas Ikuti Peparpeda dan Peparprov 2026, Bupati Tegal Targetkan masuk10 Besar
Salah satu peserta, Farihin, mengungkapkan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada dosen dan mahasiswa Universitas Tidar serta PT Bayer Indonesia yang telah hadir memberikan pendampingan di desanya.
"Kegiatannya sangat mengesankan dan sangat baik. Terima kasih kepada Universitas Tidar dan PT Bayer Indonesia yang telah memberikan ilmu dan pendampingan kepada kami. Semoga Universitas Tidar semakin sukses dan kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut," ujarnya.
Melalui kolaborasi ini, Fakultas Ekonomi Universitas Tidar bersama PT Bayer Indonesia berharap petani mampu meningkatkan nilai tambah hasil panen melalui diversifikasi produk serta menerapkan praktik budidaya yang lebih baik.
Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat Desa Penakiran sekaligus mendorong tumbuhnya usaha pertanian yang berkelanjutan.


